Reportasejakarta.com-Jakarta,
President Director PT Mitra Bangun Cemerlang mengatakan bahwa impor harus dicegah karena akan menghancurkan industri tekstil yang ada di Indonesia. Selain itu, mesin-mesin yang ada di industri tekstil Indonesia harus diganti yang lebih efisien dan speednya lebih besar. (30/10/2019).

Ia memaparkan, bahwa, pabrik-pabrik yang lama di Bandung sudah banyak yang tutup dan tidak ganti, mesin kwalitas mereka sudah jelek nah, “klo ini sudah tutup terpaksa kan mau import, ini kesempatan saya invest, untuk menciptakan lapangan kerja dan satu lagi dari botol, itu bisa menjadi kain, juga sisa-sisa kain bekas yang polyester bisa dilebur lagi, bisa jadi serat, dan didaur ulang lagi, jadi kembali ke asal lagi, jadi kalau kembali lagi bisa menciptakan, pertama lingkungan, kedua, serat kapas sintesis itu ketika didaur ulang dikasih pigmen, contohnya ember-ember yang ada yang kita pakai diproses mau kita kasih 500-an warna, tidak perlu dicelup lagi.

Jadi kita tidak buang limbah, tidak seperti pabrik yang ada di Bandung Sepanjang kali Ciliwung terkena limbah, dan kalau malam tidak ada yang kontrol, orang asing itu cuma memikirkan diri sendiri, tidak memikirkan nusa dan bangsa mereka buang limbah akibatnya, rakyat yang menderita,” ujarnya serius.

Memang yang dikatakan Dirjen Perindustrian itu harus direlokasi, seperti di Cina jadi semua industri itu kumpul di satu tempat relokasi sehingga airnya bisa di daur ulang lagi. Di Indonesia belum ada, jadi seperti jamur, kawasan Industri itu tidak jadi satu.

“Banyak industri tekstil kita masih menggunakan mesin lama sehingga kualitasnya kurang baik. Namun saya optimis industri tekstil kita bisa kembali sukses seperti di era tahun 80-an,” lanjutnya lagi.

Makanya Patal Sacang di Magelang yang ada kelalawarnya itu, sudah saya sewa dan sudah saya kasih DP, patal Sandang yang kosong sudah saya sewa dan akan saya bawa teman-teman dari Cina,” ujar Dj. Matini.

Dj. Matini salah satu pengurus organisasi sosial, di
Yayasan Budha Tzu Chi dan juga pengurus di organisasi HKTI pak Moeldoko dan pak Sapta Odang sebagai ketua sosial lingkungan. Dj. Matini juga seorang yang paham berpidato mengunakan bahasa Cina, yang mempunyai anak 3 orang, S2 kuliah di luar negeri, yang telah dipersiapkan nantinya untuk memproduksi mesin pabrik untuk Indonesia,” demikian ketika diwawancarai reporter.

(Larty)

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *