REPORTASE JAKARTA

KARAWANG – Anggapan bahwa kerja Sales hanya soal pandai bicara dan menawarkan produk, dipatahkan dalam sesi Profesional Mengajar di SMKS Bhinneka Karawang, Rabu 24 September 2026.

Ratusan siswa mendapat pembekalan langsung dari praktisi industri dalam program kolaborasi Sales Director Indonesia (SDI), Asosiasi Komunitas Profesi Sales Indonesia (KOMISI), dan Asosiasi Guru Marketing Indonesia (AGMARI). Program ini sengaja dihadirkan untuk menjembatani dunia vokasi dengan kebutuhan nyata industri.

Hadir sebagai pembicara utama Sekar Tyas Nareswari, Koordinator Divisi Vokasi KOMISI Pusat sekaligus Sales Leader yang kini memimpin AZKO Purwakarta. Ia didampingi Gunawan Ardiyanto, engineer dan anggota KOMISI yang telah menerbitkan 12 buku bertema bisnis dan Sales.

Mengangkat tema “Sales Adalah Karier Tanpa Batas & Life Skill Utama”, Sekar membongkar mitos lama soal profesi Sales.

“Kalau Anda berpikir Sales itu 80 persen bicara dan 20 persen mendengar, justru sebaliknya. Sales profesional harus lebih banyak mendengar dan menganalisis,” ujar Sekar, penulis buku Seni dan Ilmu Mengelola Toko Retail.

Menurutnya, inti Sales bukan sekadar transaksi, melainkan membangun kepercayaan dan memberikan solusi bagi pelanggan.

Pandangan itu diperkuat Gunawan. Ia menyebut kemampuan Sales relevan di semua profesi.

“Guru menjual ilmu dan masa depan. Dokter menjual harapan dan kesembuhan. Bahkan ketika kita wawancara kerja, kita sedang menjual nilai diri kita,” katanya.

Untuk itu, ia mengajak siswa melihat Sales sebagai life skill: kemampuan memahami kebutuhan, berkomunikasi efektif, dan membangun kepercayaan.

Sekar pun menceritakan perjalanan kariernya yang dimulai dari nol sebagai SPG di SOGO Surabaya. Ia kemudian melintasi berbagai industri, mulai dari food court, alat tulis kantor, perkakas, hingga buku di Gramedia. Ia juga pernah menjadi distributor makanan, membuka usaha kuliner, hingga menangani pengadaan B2B.

Perjalanannya berlanjut di ACE Hardware yang kini bertransformasi menjadi AZKO, dengan penugasan di beberapa kota, hingga kini dipercaya memimpin AZKO Purwakarta. Di luar korporasi, ia mendirikan PT Takon Pakar Edutainment yang fokus pada mentoring dan pelatihan Sales.

“Produk bisa berbeda, industrinya bisa berbeda, tetapi kemampuan memahami customer, berkomunikasi, menjual, dan mencapai target tetap relevan,” tegasnya.

Ia juga terbuka soal tantangan profesi ini. Target ketat, penolakan pelanggan, dan tuntutan disiplin adalah bagian sehari-hari. Namun justru dari situlah karakter dan resiliensi terbentuk.

Sekar juga menyinggung soal apresiasi di dunia Sales yang berbasis kinerja, mulai dari insentif hingga kesempatan perjalanan ke luar negeri yang pernah ia rasakan.

“Dunia kerja berubah. Teknologi berubah. Customer berubah. Kalau kita berhenti belajar, kompetensi kita juga akan tertinggal,” pesannya.

Kegiatan ini mendapat apresiasi dari Kepala SMKS Bhinneka Karawang Ari Ambarwati, S.S., dan Ketua Program BDP Wini Setiawati, ., yang hadir langsung mendampingi siswa.

Melalui program Profesional Mengajar, siswa tidak hanya mengenal satu profesi, tetapi dibekali kompetensi yang akan berguna di dunia kerja.

“Saya tidak datang untuk mengatakan bahwa kalian semua harus menjadi Sales. Saya ingin kalian tahu bahwa kemampuan Sales akan berguna apa pun profesi yang kalian pilih nanti,” pungkas Sekar.

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

404 Not Found

Not Found

The requested URL was not found on this server.

Additionally, a 404 Not Found error was encountered while trying to use an ErrorDocument to handle the request.