REPORTASE JAKARTA
SERANG โ Upaya membentengi personel dari paham menyimpang terus diperkuat Polda Banten.
Melalui kegiatan Pembinaan Personel guna Penanggulangan dan Pencegahan Radikalisme serta Intoleransi Tahun 2026, ratusan personel diajak memperkuat karakter, moral, dan integritas agar tidak terpapar paham radikal dan intoleran. Kegiatan tersebut digelar di Aula Gawe Kuta Baluarti, Rabu (21/10).
Kegiatan dihadiri Wakapolda Banten Brigjen Pol Zain Dwi Nugroho, Ketua FKUB Provinsi Banten Dr. H. Ahmad H. M. Qomari, Sekretaris Umum MUI Provinsi Banten Dr. H. Endang Saeful Anwar, narasumber dari BNPT KH Dr. Amas Tadjuddin, Kasatgaswil Banten Densus 88 Antiteror Polri Kombes Pol Mainra Eka Wardana, Ketua Yayasan Rumah Moderasi Muhammad Sofan Sauri, para pejabat utama Polda Banten, serta mahasiswa.
Dalam sambutannya, Wakapolda menegaskan radikalisme dan intoleransi adalah ancaman nyata yang bisa memecah persatuan bangsa.
“Radikalisme dan intoleransi menjadi perhatian kita bersama. Perkembangan teknologi informasi membuat penyebaran paham tersebut semakin mudah, masif, dan tidak mengenal batas wilayah. Karena itu, upaya pencegahan harus dilakukan secara menyeluruh, termasuk di lingkungan internal Polri,” ujar Brigjen Pol Zain.
Ia mengingatkan, pencegahan tidak cukup hanya dengan penindakan. Pembinaan internal jauh lebih penting agar setiap personel memiliki ketahanan mental, moral, dan ideologi kebangsaan yang kuat.
Anggota Polri, kata dia, memikul tanggung jawab besar dalam menjaga keamanan dan melayani masyarakat. Karena itu profesionalisme dan integritas tidak boleh luntur.
“Jangan sampai kita hanya fokus pada penanganan ancaman dari luar, sementara potensi kerawanan di lingkungan internal tidak mendapatkan perhatian,” tegasnya.
Wakapolda juga menyoroti perilaku menyimpang yang dapat merusak citra Polri. Sikap arogan, otoriter, hingga diskriminatif terhadap pemeluk agama lain dinilai bertentangan dengan nilai-nilai Tribrata.
Kegiatan pembinaan ini, lanjutnya, menjadi momentum introspeksi diri. Personel diajak memperkuat keimanan, memperbaiki pola pikir, serta meneguhkan komitmen menjaga toleransi dan menghormati perbedaan.
“Saya mengimbau seluruh personel agar bijak dalam menggunakan media sosial, tidak mudah percaya dan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, serta waspada terhadap ajakan atau konten yang mengandung kebencian dan permusuhan,” imbaunya.
Ia mengajak seluruh personel membangun komunikasi yang baik, memperkuat toleransi antarumat beragama, dan segera melapor jika menemukan indikasi penyebaran paham radikal di lingkungan sekitar.
Dengan melibatkan mahasiswa dan tokoh agama, Polda Banten berharap sinergi pencegahan radikalisme bisa berjalan berkelanjutan. Komitmennya jelas: membangun personel yang profesional, berintegritas, toleran, serta setia kepada Pancasila dan UUD 1945 demi terwujudnya kamtibmas yang aman dan kondusif di Banten.
