R1EPORTASE JAKARTA

TANGERANG – Komunitas Pendeta dan Hamba Tuhan asal Kepulauan Nias yang berdomisili di Tangerang Raya yang tergabung dalam ENONI KERISO Tangerang Raya menggelar persekutuan rutin sebagai wujud komitmen memperkuat persatuan dan menghadirkan dampak positif bagi masyarakat.

Kegiatan berlangsung di Gereja ONKP Tangerang, Minggu 7 September 2026 dan dihadiri sekitar 50 orang pendeta dan hamba Tuhan dari berbagai denominasi gereja.

Selain beribadah bersama, para hamba Tuhan berdiskusi tentang cara membangun jembatan dan hubungan, bukan tembok yang menghalangi pertumbuhan pelayanan dan kebersamaan. Diskusi ini bertujuan memperkuat pelayanan dan kolaborasi lintas gereja dan denominasi.

Acara dibuka oleh MC Ps Fatilia Waruwu, STh. Ibadah dipimpin Pdt Juliasti Daeli, STh sebagai pemimpin pujian. Firman Tuhan disampaikan Pdt Bedali Hulu, MTh yang menegaskan pentingnya menghapus perbedaan agar tercipta persatuan.

“Enoni Keriso akan berdampak ketika bersatu, dan untuk bersatu maka harus membangun jembatan dan hubungan serta bukan tembok atau penghalang seperti menganggap diri sendiri paling pintar, paling hebat dari yang lain. Namun harus menerima perbedaan dan ada kesadaran bahwa saling membutuhkan,” ujar Pdt Bedali Hulu dalam khotbahnya.

Suasana semakin hangat saat sesi diskusi yang dipimpin Pdt Dr Philip S Buulolo, MTh. Para hamba Tuhan dibagi dalam kelompok dan saling berdiskusi mengenai hal yang menjadi tembok penghalang, serta menyampaikan masukan dan harapan untuk pengembangan komunitas ENONI KERISO Tangerang Raya ke depan.

Dalam arahan penutup, Pdt Elikasih Ndruru, STh mengingatkan agar setiap hamba Tuhan yang tergabung dalam Enoni Keriso Tangerang Raya tetap bersatu untuk berdampak baik.

“Melalui persekutuan ini, ENONI KERISO Tangerang Raya berharap dapat menjadi wadah yang mempererat persaudaraan para Pendeta dan Hamba Tuhan asal Kepulauan Nias, memperkuat sinergi lintas denominasi, serta menghadirkan dampak nyata bagi gereja dan masyarakat di Tangerang Raya,” ujarnya.

Kegiatan ditutup dengan doa syafaat oleh Pdt Sulozisokhi Laia, MTh dan dilanjutkan dengan ramah tamah dan makan bersama sebagai simbol kebersamaan serta komitmen membangun pelayanan yang bersatu dan berdampak.

Red