REPORTASE JAKARTA
JAKARTA — Selasa (13/10/2026) Maraknya kasus penipuan online, scam investasi, hingga pencemaran nama baik di dunia digital kini tak lagi sulit dilacak. PT Siber Sentinel Asia melalui platform Qsint hadir menawarkan solusi forensik digital dan penanganan insiden siber secara profesional.
Narasumber dari PT Siber Sentinel Asia, Hana, mengungkap bagaimana pihaknya bekerja membantu korban kejahatan siber.
“Kalau private investigator kita biasanya menerima kasus dari klien-klien. Jadi mungkin ada keluhan seperti penipuan online, lalu ada scam, pencemaran nama baik. Nah itu kita bisa bantu,” ujar Hana.
Menurut Hana, mekanisme kerja Qsint dimulai dari konsultasi mendalam dengan klien untuk memetakan jejak digital pelaku.
“Cara bekerjanya bagaimana? Konsultasi dulu, lalu kita akan memberikan solusi harus seperti apa dan ada beberapa perbantuan,” jelasnya.
Untuk mendukung teknologi pelacakan yang akurat, perusahaan telah menggelontorkan investasi besar. Pengembangan sistem ini bahkan telah dikerjasamakan dengan aparat penegak hukum.
“Untuk ini mungkin anggarannya satu miliar ya, karena pengembangan development untuk teknologinya berkaitan dengan kepolisian juga, kita ada kerjasama. Iya, cyber,” ungkap Hana.
Hana menambahkan, platform Qsint mulai dikembangkan sejak 2023 dan saat ini fokus pada penguatan sistem, bukan penjualan bebas.
“Kita kebetulan untuk software-nya tidak kita perjualbelikan dulu karena hak paten. Kita perlu banyak pengembangan,” tegasnya.
Dengan teknologi forensik digital, Qsint diklaim mampu menelusuri jejak digital pelaku, mengamankan barang bukti elektronik, hingga membantu proses pelaporan hukum agar kasus penipuan online bisa ditangani tuntas.
Larty
