REPORTASE JAKARTA
JAKARTA — Minggu (8 November 2026) Pengacara Kondang Erles Rareral, S.H., M.H. menyampaikan statemen paling kerasnya terkait dugaan penyadapan terhadap Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Dengan nada tegas, Erles menyebut perbuatan itu bukan pelanggaran biasa.
“Ini makar, ini kejahatan luar biasa!” tegas Erles.
Menurut Erles, penyadapan terhadap Kepala Negara bukan lagi sekadar persoalan pribadi seorang presiden. Ini adalah persoalan kedaulatan negara.
“Kalau Presiden saja bisa disadap, bagaimana rakyat bisa merasa aman? Ini bukan sekadar pelanggaran hukum, ini ancaman serius terhadap kedaulatan negara,” ujar Erles.
Erles menegaskan, jika terbukti, penyadapan terhadap Presiden adalah bentuk pengkhianatan terhadap negara. Karena itu, ia mendesak aparat penegak hukum untuk segera mengusut tuntas, tanpa pandang bulu, siapa pun aktor intelektual di baliknya.
“Jangan berhenti di pelaku lapangan. Bongkar siapa yang memerintahkan, siapa yang mendanai, siapa yang menikmati hasilnya. Negara tidak boleh kalah oleh kelompok yang ingin mengacaukan pemerintahan yang sah,” kata Erles.
Ia juga mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk bersatu dalam satu gerakan: #JAGA PRABOWO.
“Jaga Prabowo berarti jaga Indonesia. Jaga Presiden berarti jaga stabilitas, jaga demokrasi, dan jaga kedaulatan bangsa,” tegasnya.
Erles menilai, Presiden Prabowo saat ini sedang berjuang menegakkan kedaulatan pangan, energi, dan hukum. Perjuangan itu tentu tidak disukai pihak-pihak yang selama ini menikmati kekuasaan dari balik layar.
“Semakin Presiden tegas membela rakyat, semakin banyak yang ingin menjatuhkannya. Karena itu rakyat harus berdiri di belakang Presiden yang sah,” tambahnya.
Erles menutup statemennya dengan seruan moral:
“Jangan biarkan Presiden berjalan sendiri. Jangan biarkan negara ini dirusak oleh pengkhianat. Ini makar, ini kejahatan luar biasa. Saatnya rakyat bersatu, bersuara, dan mengawal pemerintahan ini sampai tuntas.”
#JAGAPRABOWO #ErlesRareral #IniMakar #KejahatanLuarBiasa #JagaPresiden #JagaIndonesia #KedaulatanNegara #ErlesRareralSHMH #ReportaseJakarta #Larty
