REPORTASE JAKARTA

JAKARTA — Rabu (28/Oktober 2026) Kuasa hukum keluarga korban LAW FIRM MBALEMBOUT & PARTNER’S, DR. MM. Ardy Mbalembout, SH., MH., CLA., CPM., MCIArb, datang bersama Timnya ke Mabes Polri untuk menanyakan perkembangan kasus pembunuhan berencana terhadap almarhum Aldo Vernandes.

“Kami ke Mabes Polri dalam rangka ingin menanyakan perkembangan. Hari Selasa tanggal 19 Oktober Jaya bekerja secara profesional, khusus tuntasnya kasus pembunuhan berencana terhadap almarhum Aldo Vernandes,” ujar Ardy kepada wartawan.

Ardy mengungkapkan kejanggalan saat penyidik memperlihatkan rekaman CCTV pada Sabtu 16 Oktober pukul 20.00 WIB.

“Yang diperlihatkan jujur saja tidak menggambarkan situasi pembunuhan di TKP. Hanya ada orang berjalan dengan tutup gaya astronot, tidak pernah melihatkan gambar orangnya siapa. Bisa 20 menit dari jam 04.35 sampai 04.50 subuh orang itu di dalam, tidak ada yang menegur. Dia menggunakan helm balap, tahunya ada bunyi tembakan dan dia juga sebagai pembunuhnya, ya udah clear,” bebernya.

Menurutnya, rekaman tersebut tidak utuh dan menimbulkan banyak pertanyaan.

“Harusnya diperlihatkan secara utuh kapan dia ditangkapnya, karena saat itu dia menyerahkan diri ke Propam. Tapi tidak ada sistem yang menggambarkan pencerahan itu. Tidak ada CCTV ketika sebelum almarhum masuk dan almarhum keluar. Pertanyaan apakah dia masuk ke dalam ruang tampar itu dalam keadaan utuh berjalan atau mayat, kebanyakan ini sudah ditaruh di dalam,” tegasnya.

Ardy juga meminta penyidik membuka secara transparan alat komunikasi korban.

“Terkait handphone komunikasi korban dengan atasannya, coba dicek. Ada dua handphone korban, kemudian coba cek handphone-nya si terduga, bener enggak ada settingan,” ujarnya.

Pihaknya meminta atensi langsung Kapolri agar kasus ini dibuka seterang-terangnya.

“Makanya kita minta Kapolri agar serius mengatensi ini. Kami memang mau ketemu Pak Kapolri, cuman karena jadwal beliau padat sehingga akan dijadwalkan kembali,” kata Ardy.

Ia mempertanyakan belum adanya penetapan tersangka meski sudah 10 hari sejak 16 Oktober.

“Kenapa sudah sejak tanggal 16 sampai hari ini sudah 10 hari, kepolisian belum mengumumkan tersangkanya, belum merilis. Terlalu banyak kejanggalan, baik di CCTV, kapan korban datang, kapan pelaku masuk,” ujarnya.

Ardy menyayangkan kesan lambannya penanganan padahal korban dan terduga pelaku sama-sama anggota Polri.

“Bagi kami, pembunuhan di lingkungan Polri, pelakunya anggota Polri didiamkan saja oleh Polri. Kok ini bagaimana, sesama polisi saja baku tembak, bagaimana dengan masyarakat? Mana slogan Bapak Kapolri? Jadi pertanyaan kami kenapa Kapolri belum memberi atensi dalam kasus ini, padahal yang terbunuh adalah anggota dia sendiri, pelakunya anggota dia sendiri,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Mabes Polri belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan kasus tersebut dan dijadwalkan akan melakukan pertemuan ulang dengan kuasa hukum keluarga.

#DRArdyMbalembout #MabesPolri #KasusAldoVernandes #PembunuhanBerencana #Kapolri #KeadilanUntukAldo #CCTVJanggal #PolriUntukRakyat #HukumHarusTegak #BeritaTerkini #TuntasKasus #Larty #ReportaseJakarta

LARTY

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

404 Not Found

Not Found

The requested URL was not found on this server.

Additionally, a 404 Not Found error was encountered while trying to use an ErrorDocument to handle the request.