REPORTASE JAKARTATangerang – Proyek pemasangan jaringan internet di Jalan Raya Cisauk–Legok, Kabupaten Tangerang, bikin heboh warga. Pasalnya, pengerjaan dilakukan dini hari tanpa izin jelas, jalan dibongkar sembarangan, dan pekerja abaikan keselamatan kerja.
Pantauan di lokasi pada Rabu (30/4/2026) sekitar pukul 02.30 WIB, sejumlah pekerja terlihat memasang tiang dan menarik kabel internet di pinggir jalan wilayah Kecamatan Cisauk dan Pagedangan. Lokasinya gelap, tanpa rambu peringatan, dan tanpa pengaturan lalu lintas.
Mirisnya, para pekerja tidak memakai alat pelindung diri. Tidak ada helm proyek, rompi reflektif, bahkan sepatu safety pun absen. Galian di pinggir jalan juga dibiarkan menganga, membahayakan pengendara yang melintas malam hari.
Saat dimintai keterangan, seorang pekerja bernama Imam justru bingung soal izin. “Saya nggak pegang surat-suratnya, Pak. Coba hubungi Pak Supri aja, dia pelaksananya,” ujarnya sambil menunjuk kendaraan operasional di lokasi.
Dikonfirmasi terpisah, Supri malah mengaku proyek sudah dialihkan. “Itu udah di-handle sama Asep sekarang. Saya nggak megang lagi,” kata Supri singkat lewat telepon.
Sayangnya, hingga berita ini diturunkan, sosok bernama Asep yang disebut sebagai penanggung jawab lapangan belum bisa dihubungi. Lempar-lemparan tanggung jawab ini makin menguatkan dugaan proyek tersebut tak berizin resmi dari Pemkab Tangerang.
Selain soal izin, warga juga keluhkan jalan rusak akibat galian yang tidak dirapikan. “Bahayain banget, Pak. Tiba-tiba ada lubang di pinggir jalan, nggak ada tanda apa-apa. Kalau malam kan gelap,” keluh Budi, pengendara motor yang tiap hari lewat jalur tersebut.
Aktivitas tengah malam ini dinilai melanggar SOP keselamatan kerja. Tidak ada sosialisasi ke warga, tidak ada pemberitahuan ke RT/RW, dan pekerja dibiarkan kerja tanpa APD lengkap.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari perusahaan penyedia jaringan maupun Dinas terkait di Kabupaten Tangerang. Warga berharap Pemda dan aparat segera turun tangan mengusut legalitas proyek siluman ini sebelum jatuh korban.
(Red/Erwin).