BEKASI, Aktivitas mencurigakan di salah satu pangkalan BBM bersubsidi di wilayah Kota Bekasi diduga merupakan praktik penimbunan dan pengalihan solar subsidi. Lokasi tersebut berada di Pangkalan 6, Jalan Artesis, RT 002/RW 006, Desa Ciketing Udik, Kecamatan Bantar Gebang.
Berdasarkan rekaman video yang diterima awak media, terlihat seorang oknum memindahkan cairan yang diduga solar subsidi ke dalam truk transporter. Saat dikonfirmasi, oknum tersebut sempat menyebut โpunya zum ini bangโ.
Di lokasi yang sama, hadir pula seorang pria berinisial โP” yang menawarkan โdanaโ kepada awak media. Tak lama kemudian datang pria lain yang mencoba melerai situasi.
Peristiwa ini menimbulkan dugaan adanya penyimpangan distribusi BBM bersubsidi yang seharusnya tepat sasaran untuk masyarakat kurang mampu.
Kasat Reskrim Polsek Bantar Gebang Iptu Ahmad saat dikonfirmasi di ruangannya menyatakan akan melakukan pengecekan ke lapangan.โSetiap laporan akan kita kembangkan bang,โ ujarnya. BBM bersubsidi merupakan program pemerintah untuk membantu masyarakat kurang mampu. Penyalahgunaan distribusi BBM subsidi dapat merugikan keuangan negara dan masyarakat, serta melanggar ketentuan hukum yang berlaku. Masyarakat sekitar dan sejumlah pihak berharap aparat terkait, mulai dari Dinas Perdagangan, Perindustrian, Energi dan Sumber Daya Mineral, hingga kepolisian segera melakukan pengecekan dan penindakan tegas di lokasi tersebut. Selain aspek hukum, aktivitas penimbunan BBM juga dinilai berpotensi menimbulkan risiko keselamatan dan gangguan ketertiban lingkungan. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pengelola pangkalan terkait dugaan tersebut. (Larty).
