REPORTASE JAKARTA

JAKARTA โ€“ Jumat (2/10) Polri resmi berganti nahkoda. Jenderal Suyudi Ario Seto dilantik sebagai Kapolri baru, menggantikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Pergantian ini menjadi momentum untuk mengevaluasi reformasi Polri. Di era Listyo Sigit, Polri mengusung Transformasi Presisi: Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan. Namun, SETARA Institute menilai transformasi itu masih menyisakan banyak masalah, terutama soal profesionalitas, akuntabilitas, dan penghormatan HAM.

Dalam studi Desain Transformasi Polri untuk Mendukung Visi Indonesia 2045 (2024), SETARA mengidentifikasi 130 masalah aktual, mulai dari penegakan hukum hingga pelayanan publik.

Survei terhadap 167 ahli menunjukkan rapor merah. Sebanyak 49,7 persen ahli menilai pengaruh Polri terhadap demokrasi buruk, hanya 19,8 persen menilai baik. Untuk integritas penegakan hukum, 58,7 persen memberi nilai buruk, dan hanya 16,6 persen menilai baik.

SETARA juga menemukan masalah yang terus berulang di setiap era Kapolri, seperti tindakan represif saat mengamankan demonstrasi, minimnya akuntabilitas penggunaan senjata api, kultur kekerasan, dan praktik penyuapan.

โ€œIni membuktikan reformasi masih leadership-driven, bergantung pada figur, bukan pada sistem,โ€ tulis SETARA.

Padahal, Kapolri baru telah mengusung gagasan โ€œPolri Bersama Masyarakatโ€ saat fit and proper test di DPR. Gagasan itu, menurut SETARA, harus diterjemahkan menjadi indikator konkret, bukan sekadar narasi.

Apalagi, pemerintah sudah memiliki peta jalan reformasi melalui Komisi Percepatan Reformasi Polri (KPRP) hingga 2029. Tantangannya kini adalah konsistensi implementasi dan keterbukaan evaluasi.

SETARA menyampaikan tiga catatan. Pertama, reformasi harus berbasis bukti (evidence based reform) dengan target dan indikator yang terukur. Kedua, perubahan harus dirasakan hingga Polda, Polres, dan Polsek. Ketiga, democratic policing harus menjadi inti: Polri yang tunduk pada hukum, menghormati HAM, proporsional, dan terbuka terhadap pengawasan.

โ€œUkuran reformasi bukan banyaknya slogan, melainkan apakah masyarakat merasakan perubahan nyata saat berhadapan dengan polisi,โ€ tutup SETARA.

LR

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

404 Not Found

Not Found

The requested URL was not found on this server.

Additionally, a 404 Not Found error was encountered while trying to use an ErrorDocument to handle the request.