SOSIAL 

DPC PROJO JAKARTA SELATAN MENGECAM PENDEMO RUU HIP YANG MENGAJAK MENURUNKAN PAK JOKOWI

Reportasejakarta.com-DPC PROJO Jakarta Selatan mengecam keras atas ajakan pendemo RUU HIP yang mengajak untuk menurunkan Jokowi.
Demo yang mereka lakukan sudah melenceng dan tidak murni lagi untuk menuntut pembahasan RUU HIP dihentikan.

Ajakan mereka untuk menurunkan Jokowi tidak relevan lagi. Karena RUU HIP bukan inisiatif pemerintah dan bahkan pak Jokowi sendiri tidak menyampaikan Surpres ke DPR.
DPC Projo Jakarta Selatan juga mengecam keras atas tindakan pendemo yang membakar Bendera PDIP, karena tindakan tersebut bisa mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

Hal ini disampaikan oleh Ketua DPC Projo Jakarta Selatan, Wiratmo Trisuwarso. Sebenarnya pernyataan yang disampaikan Sekjen Projo Pusat, pak Handoko sdh mewakili seluruh Kel. Besar Projo kata Trisuwarso saat disambangi awak media Reportasejakarta.com di Jakarta Selatan (28/06). Namun bagi kami Projo Jakarta Selatan belum lega kalau belum bikin statement sendiri.

Bersyukur bahwa temanteman dari PDIP telah memilih jalur hukum dalam menyelesaikan pembakaran Bendera PDIP. Semoga peristiwa seperti ini tidak terulang lagi dilain waktu. Niat awalnya untuk berdemo jangan sampai ditunggangi untuk kepentingan lain yang dapat merusak persatuan.

Dikesempatan yang sama Sekretaris DPC Projo Jakarta Selatan, M. Zakir mengungkapkan,
tuntutan demo pada tanggal, 24 Juni 2020, sangat tidak mendasar menghendaki sidang istimewa MPR dan untuk menurunkan Presiden Jokowi serta pembakaran bendera partai politik PDI Perjuangan.

M. Zakir menuturkan, Kami Relawan Projo, DPC Jakarta Selatan, pasti sangat tidak setuju dan Ormas Projo DPC Jakarta Selatan siap menjadi garda terdepan untuk menjaga stabilitas politik nasional dan pengamankan pemerintahan Jokowi sampai berakhirnya masa jabatan 2024.

Begitu pula Retno Palupi, simpatisan dari PDI-P, iya menegaskan, bahwa tindakan dari para pendemo yang dilakukan sangat tidak bertanggung jawab.

“Karena yang pertama adalah tidak sesuai dengan undang undang dan menyalahi aturan yang ada di negara Indonesia,” tuturnya.

“Dan saya mengutuk keras pembakaran bendera Partai PDI Perjuangan dan mengapa mesti disangkut pautkan kesitu? Padahal tidak ada hubungannya sama sekali, partai kami adalah pedukung Pancasila sejati, NKRI harga mati,” pungkas Retno Palupi.

(Larty).

Related posts

Leave a Comment

Bc Meximas Web Solutions