kepada May (P) Ricky Tacomariyanto yang sebelumnya menjabat sebagai Palaksa KRI Banda Aceh-593 (KRI BAC-593). Selanjutnya Letkol Laut (P) Memet akan menjabat sebagai Komandan KRI Halasan-630 (KRI HLS-630) Satuan Kapal Cepat (Satkat) Koarmada I. Komandan Satuan Kapal Eskorta (Dansatkor) dalam sambutannya mengatakan “Sarah terima jabatan dalam suatu organisasi pada hakikatnya merupakan proses dinamisasi dan pembinaan organisasi yang dihadapkan dengan tantangan tugas. Selain itu, serah terima jabatan merupakan kebutuhan akan suatu rotasi jabatan guna penyegaran organisasi dalam rangka pelaksanaan tugas” Lebih lanjut dikatakan, “setiap komandan KRI memiliki tugas dan tanggung jawab untuk membina kesiapsiagaan dan kemampuan Alutsista yang diawakinya. Sehingga setiap saat mampu untuk selalu hadir di laut dalam rangka menegakkan kedaulatan dan menjaga keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesiaโ. Tegasnya KRI Sutanto-377 merupakan Kapal Perang Republik Indonesia jenis korvet kelas parchim yang didesain untuk peperangan anti kapal selam dengan panjang 75,2 Meter dan lebar 9,78 Meter.
kepada May (P) Ricky Tacomariyanto yang sebelumnya menjabat sebagai Palaksa KRI Banda Aceh-593 (KRI BAC-593). Selanjutnya Letkol Laut (P) Memet akan menjabat sebagai Komandan KRI Halasan-630 (KRI HLS-630) Satuan Kapal Cepat (Satkat) Koarmada I. Komandan Satuan Kapal Eskorta (Dansatkor) dalam sambutannya mengatakan “Sarah terima jabatan dalam suatu organisasi pada hakikatnya merupakan proses dinamisasi dan pembinaan organisasi yang dihadapkan dengan tantangan tugas. Selain itu, serah terima jabatan merupakan kebutuhan akan suatu rotasi jabatan guna penyegaran organisasi dalam rangka pelaksanaan tugas” Lebih lanjut dikatakan, “setiap komandan KRI memiliki tugas dan tanggung jawab untuk membina kesiapsiagaan dan kemampuan Alutsista yang diawakinya. Sehingga setiap saat mampu untuk selalu hadir di laut dalam rangka menegakkan kedaulatan dan menjaga keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesiaโ. Tegasnya KRI Sutanto-377 merupakan Kapal Perang Republik Indonesia jenis korvet kelas parchim yang didesain untuk peperangan anti kapal selam dengan panjang 75,2 Meter dan lebar 9,78 Meter.
