Reportasejakarta.com, Jakarta Utara. Semangat yang tinggi untuk ikut program vaksinasi COVID-19 terpancar dalam sosok kader PKK Kelurahan Sukapura, Siti Rahayu (66) yang bermukim di RT 05 RW 04 Kelurahan Sukapura. Keinginan kuat untuk sehat dan terhindar dari bahaya COVID-19 mampu menggerakan hatinya untuk mendaftar dalam kepesertaan vaksinasi COVID-19.

“Awalnya, memang ragu dan keluarga sempat pro dan kontra tentang vaksinasi ini tapi karena saya ingin terus sehat di usia yang sudah sepuh ini akhirnya saya langsung ikut program vaksinasi COVID-19 bagi lansia. Alhamdulillah, setelah divaksin saya sehat-sehat saja cuma ada rasa mengantuk mungkin memang disuruh istirahat,” tutur Siti Rahayu saat ditemui dalam kegiatan vaksinasi dinamis di Balai Warga RW 04 Sukapura, Senin (12/4).

Setelah menjalani tahapan vaksinasi satu dan dua, ia tidak mengalami permasalahan gangguan kesehatan. “Pas lagi disuntik juga tidak berasa apa-apa. Nafsu makan yang justru meningkat bahkan berat badan naik hingga satu kilo. Setelah divaksin, saya juga memotivasi suami dan warga lansia lainnya agar mau divaksin juga karena ini untuk kesehatan kita sendiri, keluarga dan orang-orang di sekitar kita,” ungkapnya.

Ia pun menyayangkan apabila warga lansia lainnya tidak memanfaatkan program vaksinasi COVID-19 secara gratis yang digencarkan pemerintah. Apalagi kelurahan setempat menawarkan sistem antar jemput lansia yang akan divaksin di sejumlah fasilitas kesehatan. “Biarpun sudah lansia tapi tetap harus sehat dan semangat. Masa lansia kalah sama anak balita takut disuntik dan harus dipaksa. Waktu saya disuntik vaksin itu pun atas kemauan saya sendiri yang selanjutnya bisa memberikan contoh kepada masyarakat bahwa vaksin ini untuk kesehatan dan tidak membahayakan,” pungkasnya.

Dengan pengalamannya menjadi peserta vaksinasi lansia, ia kerap mendampingi dan memotivasi warga lansia di lingkungannya untuk ikut vaksinasi COVID-19. “Saya kasih motivasi ke mereka kalau tidak mau divaksin ya gimana, COVID-19 kan belum selesai dan lansia rentan terkena COVID-19. Apalagi dirumah ada suami, anak dan cucu yang sering bepergian takutnya beresiko. Selain menerapkan protokol kesehatan, vaksin ini juga untuk pencegahan dan melindungi kita dan keluarga,” ujar Siti.

Sebagai kader PKK, ia mengaku sering terjun ke wilayah untuk berbagai kegiatan kemasyarakatan. “Dari tahun 1998 sampai sekarang saya bergabung di PKK. Saya pun dipanggil sama kader lainnya dengan sebutan ibu sepuh. Keluarga saya tetap mendukung apapun yang saya lakukan termasuk menjalani tugas sebagai kader PKK yang bekerja dengan ikhlas dan penuh semangat. Dengan adanya pandemi COVID-19 membuat adanya batasan dalam berkegiatan dilapangan dan itu harus dilakukan agar semua aman dan terhindar dari COVID-19. Kita harus optimis untuk selalu sehat dan berharap wabah ini cepat berakhir,” terangnya.

Report : Wien.

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://bumimineralsulawesi.com/smelter

https://enspirestudio.com/about/

https://catalog.widyagama.ac.id/

https://thekitchenwithnina.com/hello-world/

https://trickut.com/mint-mobile-review-everything-you-need-to-know-and-is-it-worth-it/

ace99play login

https://library.akfarsurabaya.ac.id/

dewaslot88

https://dentiloquent.com/category/blogs/

Aceplay99

Aceplay99

https://bearmarketleader.com/

https://www.nabire.net/hubungi-kami/

https://www.nasmocojogja.net/konsumen-toyota-jogja/

https://devbook.net/work/