Bertempat di Hotel IBIS kerja sama BNN Jakut bersama PT. Pelindo 2 Menggelar Kegiatan sosialisasi (28/5/2021).

Dalam sambutannya Kepala BNNK Jakarta Utara, AKBP. Bambang Yudistira, S.Sos, M.Si melalui ulasannya “Program rehabilitasi dari masyarakat demi masyarakat, untuk menjangkau pengguna misalnya jika ada masyarakat sendiri yang menjangkau maka tidak ada lagi sekat – sekat misalnya : keluarga nya atau tetangganya”.

 

Walikota Jakarta Utara, Bapak Ali Maulana Hakim mengatakan “Suatu gerakan berbasis masyarakat karena tidak akan maksimal jika tidak ada peran serta masyarakat, pemerintah dan swasta, program klinik metadon misalnya, ini merupakan program pilot projects di 6 kelurahan seperti : kelurahan Ancol, Tg. Priok, Warakas, Pademangan Barat, Sunter Jaya, Semper Barat”.

Dr. Novianti Purnamasari, Kasie. Rehabilitasi BNN Jakarta Utara, menambahkan “Ini adalah salah satu program prioritas nasional dari BNN, untuk bidang seksi rehabilitasi intervensi berbasis masyarakat dimana semua dilakukan masyarakat, untuk masyarakat dan oleh masyarakat, jadi lebih mengerucutkan bagaimana masyarakat berperan aktif bisa menjadi petugas rehabilitasi di wilayah, mungkin secara garis besar butuh keahlian para petugas butuh kompetensi khusus namun kami lebih menguatkan bagaimana tokoh masyarakat, ibu – ibu PKK berpartisipasi untuk wilayah nya sendiri bersih dari narkotika”.

 

“Kembali lagi pengguna narkoba ini adalah penyakit otak ya, tugas Kita adalah memberikan program rehabilitasi rawat jalan dan rehabilitasi rawat inap, dimana rawat jalan ini selama 2 bulan, jika rawat inap ini 4,6 dan 12 bulan dan kita sudah menjalin kerja sama dengan Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) dan Balai Besar Lido BNN”, ujar Novianti dihadapan para awak media.

 

Fungsi Agen rehabilitasi melakukan peran dalam mendampingi dan memantau pengguna narkoba tingkat ringan atau yang memerlukan bina lanjut melalui kegiatan dan layanan Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM). Oleh karena itu, program yang dijalankan IBM mempunyai keragaman program rehabilitasi sesuai dengan masalah narkoba dan potensi yang dimiliki masyarakat di wilayah.

(Jurnalis hendra.k)

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *