bertanggung jawab. Dengan memprioritaskan keselamatan dan terus memperbaiki keterampilan, anggota PERIKHSA dapat mengasah keahlian dengan penuh kebijaksanaan. “Asah keterampilan PERIKHSA adalah keterampilan bela diri berbasis skenario, dengan membuat arena asah keterampilan yang memanfaatkan atau membuat bangunan, dinding, jendela, pintu ataupun kendaraan. Para peserta asah keterampilan menembak bela diri menggunakan senjata bela diri yang dibawa sehari-hari dan tersembunyi serta memenuhi standar ijin IKSHA,” kata Bamsoet. Dewan Penasehat Pengurus Besar Persatuan Menembak Indonesia (PB-PERBAKIN) dan Kepala Badan Polhukam KADIN Indonesia ini menambahkan, format asah keterampilan PERIKHSA dirancang agar dapat dinikmati oleh semua anggota PERIKSHA dari semua tingkat keahlian, dengan mengutamakan interaksi sosial dan persahabatan para anggota. Partisipasi dalam kegiatan asah keterampilan PERIKHSA memerlukan penggunaan senjata api, sarung senjata (holster) dan peralatan lain yang cocok untuk pertahanan diri. “Lomba asah ketrampilan ini akan membantu meningkatkan keterampilan dasar dalam menangani senjata api, menguasai situasi dan menguji keterampilan yang dibutuhkan seseorang dalam membawa senjata secara tersembunyi. Selain, mengembangkan pengetahuan, karakter, dan keterampilan para pemilik IKSHA untuk menguasai, terampil dan aman serta patuh hukum pada saat membawa senjata bela diri,” pungkas Bamsoet. (Red).
bertanggung jawab. Dengan memprioritaskan keselamatan dan terus memperbaiki keterampilan, anggota PERIKHSA dapat mengasah keahlian dengan penuh kebijaksanaan. “Asah keterampilan PERIKHSA adalah keterampilan bela diri berbasis skenario, dengan membuat arena asah keterampilan yang memanfaatkan atau membuat bangunan, dinding, jendela, pintu ataupun kendaraan. Para peserta asah keterampilan menembak bela diri menggunakan senjata bela diri yang dibawa sehari-hari dan tersembunyi serta memenuhi standar ijin IKSHA,” kata Bamsoet. Dewan Penasehat Pengurus Besar Persatuan Menembak Indonesia (PB-PERBAKIN) dan Kepala Badan Polhukam KADIN Indonesia ini menambahkan, format asah keterampilan PERIKHSA dirancang agar dapat dinikmati oleh semua anggota PERIKSHA dari semua tingkat keahlian, dengan mengutamakan interaksi sosial dan persahabatan para anggota. Partisipasi dalam kegiatan asah keterampilan PERIKHSA memerlukan penggunaan senjata api, sarung senjata (holster) dan peralatan lain yang cocok untuk pertahanan diri. “Lomba asah ketrampilan ini akan membantu meningkatkan keterampilan dasar dalam menangani senjata api, menguasai situasi dan menguji keterampilan yang dibutuhkan seseorang dalam membawa senjata secara tersembunyi. Selain, mengembangkan pengetahuan, karakter, dan keterampilan para pemilik IKSHA untuk menguasai, terampil dan aman serta patuh hukum pada saat membawa senjata bela diri,” pungkas Bamsoet. (Red).
