REPORTASE  JAKARTA

Jakarta, 27 Februari 2026 — Byon Combat resmi membuka semester pertama 2026 dengan menghadirkan kembali salah satu ajang paling intens dalam kalender combat sports nasional, Byon Madness Vol. 3. Event ini akan digelar pada 28 Februari 2026 di Studio 6 Emtek City, didahului sesi timbang badan dan konferensi pers sehari sebelumnya.

Dikenal sebagai panggung dengan persentase knockout tinggi—mencapai sekitar 80 persen dalam edisi-edisi sebelumnya—Byon Madness kembali mempertahankan reputasinya sebagai arena pertarungan penuh agresivitas dan determinasi.

Total akan ada 11 pertandingan, terdiri dari 10 laga kickstriking dan 1 partai pro-boxing. Lima partai utama dipastikan tayang secara eksklusif melalui skema Pay-Per-View (PPV) di platform Vidio.

Target Besar BYON di 2026

Presiden BYON, Yoshua Marcellos Muliardo, menyebut tahun 2026 menjadi fase penting menuju penyelenggaraan BYON Grand Prix di akhir tahun.

Menurutnya, rangkaian event sepanjang tahun dibutuhkan untuk menguji dan mematangkan kualitas para petarung sebelum mencapai puncak kompetisi. Ia juga menegaskan bahwa BYON Madness merupakan intellectual property yang dikembangkan untuk mendorong combat sports semakin diterima luas dan masuk ke ranah mainstream.

Pada edisi ketiga ini, BYON juga memperluas ruang bagi talenta baru, sekaligus memperketat persaingan di kelas 51 kg, 55 kg, 57 kg, 61 kg, dan 67 kg yang kini semakin kompetitif.

Lima Partai Utama PPV: Rivalitas, Mentalitas, dan Pembuktian

1. Nelson vs Dewa Aji

Pertarungan ini menjadi magnet utama.
Dewa Aji dikenal bermental baja dan memiliki daya juang tinggi, terbukti saat tetap menyelesaikan Byon Tryout meski dalam kondisi cedera serius.

Di sisi lain, Nelson tampil dengan gaya bertarung yang tenang, presisi, dan terkontrol. Kontras karakter keduanya—petarung penuh tekanan versus fighter yang mengandalkan kontrol ritme—menjadikan duel ini sarat tensi sejak perang komentar hingga kini resmi terjadi di ring.

2. Kabilan vs Kallen (All-Malaysia Showdown)

Duel dua petarung Malaysia ini membawa gengsi tersendiri.

Kabilan “The Hunter” Jelevan datang dengan misi kebangkitan usai kekalahan sebelumnya dari petarung Indonesia. Lawannya, Kallen Barthez, memiliki rekam jejak internasional dengan medali IFMA dan pengalaman bertanding di level Asia.

Laga ini bukan sekadar pertarungan teknik, melainkan adu harga diri dua gaya brutal dalam satu panggung.

3. Mitra vs Faisal “Sweethands” Giru

Mitra mencatat rekor ekstrem di BYON dengan rasio 100 persen KO—pertarungannya selalu berakhir tumbang.

Faisal “Sweethands” Giru, yang dikenal dengan gaya agresif khas dan mental juara dari HAN Academy, datang membawa misi balas kekalahan dalam pertemuan ulang mereka. Laga ini berpotensi menjadi pertarungan terbuka dengan tempo tinggi sejak ronde awal.

4. Jhon vs Turkish Boy (Satu-satunya Pro-Boxing)

Satu-satunya partai tinju profesional di kartu ini menghadirkan drama tersendiri.

Jhon tampil dengan tensi tinggi pasca polemik tantangan yang sempat dianggap dihindarinya. Sementara Turkish Boy, lulusan Byon Tryout yang dikenal berani melakukan callout, kini resmi mendapat kesempatan pembuktian.

Duel ini diproyeksikan menjadi ajang adu gengsi dan pembuktian di kelas yang disepakati kedua belah pihak.

5. Weerian vs Aman Koboi

Weerian akan menghadapi tantangan serius dari Aman Koboi, petarung Malaysia dengan latar belakang ranking nasional dan pengalaman internasional termasuk SEA Games.

Pertarungan ini disebut sebagai ujian besar bagi Weerian untuk menjawab keraguan publik sekaligus menunjukkan peningkatan performa.

Enam Laga Tambahan Tak Kalah Panas

Selain partai utama, enam laga tambahan mempertebal kualitas kartu pertandingan, di antaranya:
• Juang Kadja Koro vs Charles Ebu (Divisi 51 kg yang sedang memanas)
• Danial Hakim vs Erwin Simangunsong
• Franky vs Umar (Malaysia)
• Aditya Armadani vs Claudians Reco
• Ardiansyah vs Bryan Fury
• Aprilando vs Wan Epul (Malaysia)

Nama-nama seperti Umar dengan 150+ kemenangan, Wan Epul dengan catatan 15 kemenangan dan 10 KO, hingga Aditya Armadani peraih emas PON XX Papua memperlihatkan kedalaman talenta dalam kartu ini.

Kolaborasi dengan Vidio: Pengalaman Premium

Sebagai official OTT platform, Vidio menghadirkan lima laga terakhir secara eksklusif melalui PPV.

SVP Licensing and Sports Vidio, Dhini W Prayogo, menyatakan kolaborasi ini menjadi bentuk komitmen menghadirkan tayangan olahraga berkualitas dan relevan bagi komunitas combat sports Indonesia.

Penonton PPV disebut dapat merasakan atmosfer pertarungan secara maksimal dengan akses premium yang mudah.

Informasi Tiket dan PPV

Tiket langsung di venue:
• Mulai dijual: 13 Februari 2026
• Harga: Rp220.000 – Rp750.000
• Pembelian: Website KiosTix

Pay-Per-View (PPV) Vidio:
• Mulai dijual: 16 Februari 2026
• Harga: Rp39.000 (belum termasuk pajak)
• Bonus: Gratis paket Vidio Platinum 1 bulan (S&K berlaku)

Dengan komposisi laga yang padat rivalitas dan persentase finis tinggi, Byon Madness Vol. 3 diproyeksikan menjadi salah satu panggung paling eksplosif di awal tahun 2026 dalam lanskap combat sports nasional.

(Arisyi).

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://bumimineralsulawesi.com/smelter

https://enspirestudio.com/about/

https://catalog.widyagama.ac.id/

https://thekitchenwithnina.com/hello-world/

https://trickut.com/mint-mobile-review-everything-you-need-to-know-and-is-it-worth-it/

ace99play login

https://library.akfarsurabaya.ac.id/

dewaslot88

https://dentiloquent.com/category/blogs/

Aceplay99

Aceplay99

https://bearmarketleader.com/

https://www.nabire.net/hubungi-kami/

https://www.nasmocojogja.net/konsumen-toyota-jogja/

https://devbook.net/work/