REPORTASE  JAKARTA

Jakarta — “Saking jeleknya narkoba ini, semua direpotin. Tawuran, dicek narkoba. Tabrakan beruntun, dicek narkoba. Sampai negara aja repotin sampai keluar Undang-Undang 35 Tahun 2009 dan dibentuk BNN,” tegas Ketua Umum Organisasi GANN Jakarta Barat, Eddi Inhari, S.H. saat jadi pembicara Kunker Serap Aspirasi Masyarakat di Kelurahan Krendang, Kecamatan Tambora, Sabtu 11 April 2026.

Acara yang digelar Komisi III DPR-RI itu dihadiri warga, tokoh masyarakat, hingga jajaran tiga pilar. Eddi Inhari mengingatkan, narkoba bukan sekadar urusan polisi, tapi urusan rumah tangga dan masa depan bangsa. “Gara-gara narkoba, negara dibikin repot banget. Nah, saking repot dan saking dilarang, bapak ibu sekalian harus tahu kenapa narkoba itu sangat ditakuti,” ujarnya membuka materi.

Menurutnya, ada empat faktor utama kenapa narkoba sangat dilarang dan berbahaya. Pertama, merusak fisik. “Kita lihat, yang tadinya badan sehat, badan gede, begitu kena morfin, heroin, ganja, langsung kurus kering. Bukan cuma badan, otak, hati, jantung, semua rusak,” kata Eddi sambil menunjuk slide dampak narkoba. Dia menekankan, kerusakan organ dalam itu permanen dan sulit dipulihkan.

Kedua, kerusakan mental. Otak yang sudah terpapar, kata Eddi, mengubah perilaku drastis. “Yang tadinya rajin jadi pemalas. Yang tadinya pendiam jadi pemarah. Otaknya sudah rusak, mentalnya ikut rusak,” jelasnya. Kondisi ini yang membuat pecandu sulit lepas dan sering kambuh meski sudah rehabilitasi.

Dia lalu mengaitkan dengan visi Indonesia Emas 2045. “Indonesia mencanangkan 2045 itu Indonesia Emas. Kenapa? Karena akan banyak generasi muda potensial. Tapi yang diharapkan itu generasi berkualitas. Kalau sekarang 2026 sampai 2045, tinggal berapa tahun lagi? Yang harus dijaga anak kita yang SMA sekarang,” seru Eddi. “Kalau generasi mudanya kena narkoba, bukan generasi emas, tapi generasi emas yang jadi beban negara.”

Kerusakan ketiga adalah ekonomi, Eddi mencontohkan hitungan sederhana. “Coba kita tanya, satu paket sabu 10 tahun lalu Rp300 ribu, sekarang Rp300-Rp400 ribu. Kalau yang pakai anaknya, bapak ibunya pasti ribut. Kalau yang pakai bapaknya, sama istrinya ribut. Belanja nggak ada, yang ada ribut-ribut,” ungkapnya. Menurut dia, pecandu akan lebih mengutamakan beli narkoba dibanding kebutuhan pokok, hingga ekonomi keluarga hancur.

Keempat, kerusakan sosial, Dampaknya berantai, mulai dari rumah tangga sampai negara. “Kalau di rumah tangga sudah ada yang terpapar, rumah tangga itu rusak. Turun ke RT/RW, sosial RT/RW-nya rusak. Orang tua lain curiga, tetangga kena imbas. Rusak tatanan sosial sampai negara,” papar Eddi. Dia meminta warga mencari di TikTok atau medsos tentang kota di Amerika yang warganya seperti zombie karena narkoba. “Bayangin aja kalau anak-anak kita seperti itu. Apa yang bisa diharapkan?”

Lalu apa solusinya? Eddi menegaskan pencegahan dimulai dari rumah tangga. “Jalin komunikasi yang baik. Sekarang banyak yang pulang kerja langsung main Android. Anak di kamar, bapak di ruang tamu, nggak ada ngobrol. Padahal persoalan anak di luar atau di sekolah, kalau cepat diketahui, cepat kita atasi,” pesannya ke para orang tua yang hadir.

Dia mengingatkan konsekuensi hukum yang berat. “Kalau anak kita tertangkap sekali, ancaman pidananya lima tahun. Mau urus SKCK buat sekolah, kuliah, kerja, nggak bisa. Begitu dibuka datanya, keluar catatan pernah ditahan. SKCK nggak bisa dibikin,” tegas Eddi. Menurut UU 35/2009, ancaman untuk pengguna di atas 5 tahun, sehingga otomatis mempersulit masa depan.

Menutup paparannya, Eddi mengajak warga Krendang jadi benteng pertama. “Jaga anak SMA sekarang. Mereka yang bakal isi Indonesia Emas 2045. Jangan sampai gara-gara narkoba, kita kehilangan satu generasi,” pungkasnya disambut tepuk tangan warga.

(Larty).

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://bumimineralsulawesi.com/smelter

https://enspirestudio.com/about/

https://catalog.widyagama.ac.id/

https://thekitchenwithnina.com/hello-world/

https://trickut.com/mint-mobile-review-everything-you-need-to-know-and-is-it-worth-it/

ace99play login

https://library.akfarsurabaya.ac.id/

dewaslot88

https://dentiloquent.com/category/blogs/

Aceplay99

Aceplay99

https://bearmarketleader.com/

https://www.nabire.net/hubungi-kami/

https://www.nasmocojogja.net/konsumen-toyota-jogja/

https://devbook.net/work/

https://indomedia.net.id/layanan/media-sosial/