REPORTASE JAKARTA

BATAM โ€” 15 September 2026, Aksi penembakan di Setotok tidak hanya menewaskan dua warga. Enam orang lainnya saat ini masih dalam kondisi kritis dan dirawat di sejumlah rumah sakit berbeda di Batam.

Pengacara kondang Ibu Kota Erles Rareral S.H., M.H. menyoroti hal tersebut. Ia meminta Polresta Barelang dan Polda Kepri memberikan penjelasan terkait pemisahan perawatan korban.

โ€œAda apa sebenarnya sampai korban kritis dipisah-pisah di rumah sakit yang berbeda. Mohon pihak berwajib menjelaskan,โ€ kata Erles.

Erles mengecam keras aksi kekerasan bersenjata tersebut. Ia mendesak polisi segera meringkus semua pelaku di lapangan maupun aktor intelektual di balik peristiwa itu.

Ia juga menyampaikan pesan kepada dokter yang melakukan autopsi agar bertindak profesional sesuai sumpah jabatan dan tidak terintervensi pihak manapun. Pesan itu disampaikan menyusul beredarnya informasi bahwa korban ditembak menggunakan peluru tajam.

โ€œSiapa pun pelakunya harus diproses hukum. Tidak boleh ada impunitas hanya karena memiliki backing kelompok atau pengaruh tertentu,โ€ ujar Erles.

Lebih lanjut ia mendesak aparat kepolisian bekerja profesional dengan mengumpulkan bukti forensik, keterangan saksi, dan rekaman CCTV untuk mengungkap fakta sebenarnya.

Erles mengingatkan bahwa sengketa lahan harus diselesaikan melalui jalur hukum dan pengadilan. Bukan dengan pengerahan massa dan kekerasan yang berujung pada hilangnya nyawa manusia.

Hingga saat ini Polresta Barelang masih melakukan penyelidikan untuk menentukan motif dan menetapkan tersangka dalam kasus penembakan Setotok.

Larty

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

404 Not Found

Not Found

The requested URL was not found on this server.

Additionally, a 404 Not Found error was encountered while trying to use an ErrorDocument to handle the request.