JAKARTA, Minggu (27 September 2026) Pengacara senior Erles Rareral, S.H., M.H., menyoroti kinerja para pembantu Presiden di kabinet.
Erles mengingatkan agar para menteri dan pejabat di lingkaran istana lebih tahu diri, sadar diri, dan bercermin diri dalam menjalankan amanah rakyat.
Menurutnya, jabatan sebagai pembantu Presiden adalah kepercayaan besar yang harus dijawab dengan kerja nyata, bukan dengan pencitraan atau pernyataan yang membingungkan publik,” Kata Erles dalam wawancara Sabtu malam (26/9).
“Pembantu Presiden itu harus tahu diri, sadar diri, dan sering-sering bercermin diri. Rakyat melihat, rakyat menilai. Jangan sampai sibuk mencari panggung popularitas tapi lupa tugas utama membantu Presiden membangun negara,” ujar Erles di Jakarta.
Ia menilai, di tengah berbagai tantangan ekonomi dan penegakan hukum, yang dibutuhkan rakyat adalah pejabat yang fokus bekerja, solid, dan menjaga etika komunikasi publik.
“Kalau setiap pembantu Presiden fokus pada tugasnya masing-masing, tidak saling lempar tanggung jawab, dan mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi atau kelompok, pemerintahan pasti akan lebih kuat dan dipercaya rakyat,” tegasnya.
Erles juga berharap solidaritas di dalam kabinet tetap terjaga dan semua pihak mengedepankan kepentingan nasional.
“Jabatan itu sementara. Yang abadi itu rekam jejak dan pengabdian kepada bangsa,” pungkasnya.
Larty
The requested URL was not found on this server.
Additionally, a 404 Not Found
error was encountered while trying to use an ErrorDocument to handle the request.