REPORTASE  JAKARTA

Kota Tangerang, 16 April 2026 – Dugaan penyalahgunaan penyaluran BBM subsidi jenis Pertalite kembali mencuat di wilayah Kota Tangerang. Saat melakukan investigasi di salah satu SPBU kawasan Kota Tangerang, awak media dibuat terkejut oleh temuan sebuah sepeda motor bertangki modifikasi yang melakukan pengisian hingga 24 liter dalam satu kali transaksi.

Berdasarkan pengakuan salah satu konsumen yang ditemui di lokasi, praktik tersebut disebut sudah berlangsung cukup lama dan bahkan terjadi hampir setiap hari.
“Sudah sering isi di sini, bahkan sehari bisa sampai lima kali bolak-balik dengan pengisian penuh 24 liter,” ujar salah satu konsumen saat diwawancarai awak media.
Konsumen tersebut juga mengaku kerap memberikan uang tip kepada operator SPBU setiap kali melakukan pengisian BBM.

Temuan ini menimbulkan dugaan adanya praktik penjualan kembali BBM subsidi untuk kebutuhan eceran, yang berpotensi melanggar aturan distribusi Pertalite bersubsidi.
Saat dikonfirmasi, pengawas SPBU yang disebut bernama Irfan mengakui bahwa pengisian dengan jumlah tersebut sudah biasa dilakukan.
“Sudah biasa pengisian 24 liter,” ujar Irfan kepada awak media.
Pernyataan tersebut memicu sorotan karena jumlah pengisian yang melebihi kapasitas normal tangki sepeda motor dinilai tidak sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) penyaluran BBM subsidi.

Keesokan harinya, Kamis (16/04/2026) pukul 11.55 WIB, awak media kembali mendatangi lokasi untuk meminta klarifikasi lanjutan. Saat itu, pihak admin SPBU yang disebut bernama Ibu Isti awalnya menolak keras bahwa operatornya melakukan praktik tersebut.
Namun setelah awak media menunjukkan rekaman video sebagai bukti, dugaan pelanggaran tersebut akhirnya diakui memang benar terjadi. Ironisnya, pihak manajemen dan pengawas dinilai terkesan menutup mata atas temuan hasil investigasi yang dilakukan jurnalis Riski.
Praktik pengisian dalam jumlah besar ke kendaraan modifikasi seperti ini dinilai berpotensi membuka ruang penyalahgunaan BBM subsidi untuk dijual kembali secara eceran di warung kelontong maupun kios sembako.
Akibatnya, masyarakat umum yang antre untuk kebutuhan pribadi kerap dirugikan karena stok BBM cepat habis dan tidak kebagian.
Warga berharap pemerintah pusat, Pertamina, serta instansi pengawas terkait segera memperketat pengawasan terhadap SPBU yang diduga melanggar aturan distribusi BBM subsidi.

“Jangan sampai masyarakat kecil yang benar-benar membutuhkan justru kesulitan mendapatkan Pertalite karena ulah oknum tertentu,” keluh salah satu warga.
Kasus ini diharapkan menjadi perhatian serius aparat penegak hukum dan pihak Pertamina untuk menindak tegas setiap bentuk penyalahgunaan BBM subsidi yang merugikan masyarakat luas.

Penulis :M.E

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://bumimineralsulawesi.com/smelter

https://enspirestudio.com/about/

https://catalog.widyagama.ac.id/

https://thekitchenwithnina.com/hello-world/

https://trickut.com/mint-mobile-review-everything-you-need-to-know-and-is-it-worth-it/

ace99play login

https://library.akfarsurabaya.ac.id/

dewaslot88

https://dentiloquent.com/category/blogs/

Aceplay99

Aceplay99

https://bearmarketleader.com/

https://www.nabire.net/hubungi-kami/

https://www.nasmocojogja.net/konsumen-toyota-jogja/

https://devbook.net/work/