REPORTASE JAKARTA

JAKARTA, 21 Juli 2026 โ€“ Polri menggelar Training of Trainers (ToT) Program Paham Artificial Intelligence (AI) Tahun 2026 di Jakarta, Selasa (21/7/2026). Program ini menjadi langkah Polri memperkuat literasi digital sekaligus menyiapkan tenaga pengajar untuk mengedukasi pelajar agar mampu memanfaatkan AI secara aman, etis, dan bertanggung jawab.

Kegiatan ini diikuti 65 peserta, terdiri dari 55 personel calon trainer dari 11 Polda pilot project dan 10 Master Trainer dari Polda Jawa Tengah. Para trainer nantinya akan memperluas edukasi Program Paham AI hingga tingkat Polda dan Polres.

Karo Tekkom Divtik Polri, Brigjen Pol. Indarto mengatakan, edukasi AI kepada pelajar menjadi penting karena sebagian besar siswa sudah menggunakan teknologi tersebut secara mandiri.

Berdasarkan riset terhadap 11.550 pelajar di Jawa Tengah, sebanyak 94 persen siswa mengaku mampu menggunakan AI, namun mempelajarinya secara otodidak.

โ€œAdik-adik itu berpotensi untuk menjadi korban kejahatan di bidang AI, berpotensi juga menjadi pelaku. Nah untuk itu kita cegah, kita mitigasi dengan cara seperti ini,โ€ ujar Indarto.

Ia menyebut Polri menargetkan Program Paham AI dapat menjangkau hingga 10 juta pelajar melalui pelaksanaan bertahap dan kolaborasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) serta pemangku kepentingan pendidikan lainnya.

โ€œTarget kita sebetulnya fantastik ya, kita ingin sebanyak mungkin, bahkan kita targetkan secara kuantitatif itu setidaknya 10 juta siswa,โ€ ujarnya.

Untuk mencapai target tersebut, Indarto menekankan pentingnya sinergi. Menurutnya edukasi AI tidak bisa dilakukan secara parsial karena sekolah, guru, orang tua, dan dinas pendidikan memiliki peran dalam membentuk ekosistem digital yang sehat.

โ€œKita tidak bergerak sendiri. Kita bermitra dengan Kementerian Pendidikan. Tidak mungkin polisi akan dapat jalan sendiri, kita bermitra sama-sama,โ€ kata Indarto.

Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen, Tatang Muttaqin, turut mengapresiasi kolaborasi ini. Ia menilai penting menyiapkan generasi muda yang tidak hanya melek AI, tetapi juga memiliki karakter dan etika.

โ€œ_Acara hari ini merupakan salah satu bagian penting bagaimana kita menyiapkan generasi muda yang berkarakter, kemudian melek kecerdasan artifisial, dan yang tidak kalah penting bagaimana memanfaatkannya dengan berstandar etik_,โ€ kata Tatang.

Melalui Program Paham AI, Polri dan Kemendikdasmen mendorong terbentuknya ekosistem digital yang aman, sehat, dan produktif. Para trainer yang telah mengikuti ToT akan memberikan edukasi kepada pelajar SMA, SMK, dan sederajat dengan materi pemanfaatan AI, etika digital, keamanan siber, serta pencegahan risiko kejahatan berbasis AI.

LR.

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *