“KBPP Polri ingin menjadi rumah bersama bagi putra-putri keluarga besar Polri untuk berkarya, berkolaborasi, dan mengabdi. Kami berharap organisasi ini dapat menjadi wadah produktif bagi generasi muda dalam mendukung pembangunan nasional,” ujar Bimo. Ia menjelaskan KBPP Polri akan memperkuat pendataan anggota dan konsolidasi hingga tingkat daerah agar program pemberdayaan di bidang pendidikan, kewirausahaan, sosial, dan nilai kebangsaan dapat berjalan efektif. Sementara itu, dalam arahannya, Wakapolri menegaskan pengukuhan ini bukan sekadar seremoni, tetapi titik awal penguatan kontribusi nyata keluarga besar Polri menghadapi tantangan zaman yang dinamis, mulai dari transformasi digital, AI, hingga keamanan siber. “Visi KBPP Polri sebagai organisasi yang berintegritas, profesional, modern, dan berlandaskan nilai-nilai Bhayangkara harus diwujudkan melalui kerja nyata yang memberi manfaat bagi anggota, masyarakat, bangsa, dan negara,” kata Komjen Dedi Prasetyo. Sebagai Pembina Harian KBPP Polri, Wakapolri menyampaikan 3 arah kebijakan utama:
1. Memperkuat pemberdayaan ekonomi keluarga besar Polri melalui UMKM, kewirausahaan, dan jejaring usaha.
2. Membangun tata kelola organisasi yang profesional, transparan, akuntabel, dan berbasis digital.
3. Memperkuat pengabdian kepada masyarakat melalui kegiatan sosial, pendidikan, kemanusiaan, dan kolaborasi dengan satuan kerja Polri. Wakapolri mengajak seluruh pengurus menjadikan KBPP Polri sebagai ruang kolaborasi lintas generasi untuk mencetak SDM yang berintegritas, menguasai iptek, dan siap berkontribusi bagi bangsa. “Jadikan pengukuhan ini sebagai awal pengabdian yang lebih besar. Mari bekerja bersama, memperkuat kolaborasi, menjaga integritas, dan menghadirkan karya nyata bagi masyarakat. Dengan semangat itu, saya optimistis KBPP Polri akan maju dan berkontribusi positif bagi pembangunan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045,” tutup Wakapolri. Larty
