Diproduksi oleh Ess Jay Pictures bersama Sinemart, Harusnya Horror menjadi tonggak penting bagi Reza Oktovian sebagai sutradara. โIni debut penyutradaraan saya, dan saya menganggapnya ini seperti kuliah saat syuting, tapi langsung skripsi. Hari pertama syuting paling berkesan karena kaget dengan kru yang banyak dan saya harus lead semuanya, tapi setelahnya berjalan lancar,โ ujar Reza. Film ini juga menjadi persembahan terakhir untuk almarhumah Lula Lahfah. Reza mengenang sosok Lula yang selalu peduli selama produksi.
โLula sangat besar ada di film ini. Dia tidak pernah mengeluh, selalu bawakan makanan untuk kru dan pemain. Dia sangat loveable,โ kata Reza.
Saat media screening Rabu (13/8) malam, tim produksi menyiapkan kursi khusus dengan karangan bunga sebagai bentuk penghormatan. Diperankan Geng AAAClan
Harusnya Horror dibintangi Reza Arap bersama anggota Marapthon: Tierison (Jot), Garry Ang, Yukatheo, Aldy Renaldy (King Aloy), Bravyson, Niko Junius, Ariyanto (Ibot), dan Teguh Prakoso (Tepe). Gimmick King Aloy sebagai konten kreator diprediksi akan disukai penonton Gen Z. Film ini juga dibintangi Ronny P Tjandra, Malka Rafasya, serta penampilan spesial Yoshua Marcellos (Celloz). Penulis skenario lRahabi mengaku senang bisa berkolaborasi dengan Reza. โVisualisasi naskah diterjemahkan secara jenaka dan penuh makna. Tersirat tentang persahabatan, kebersamaan dan cinta,โ ujarnya. Diproduseri oleh David Suwarto, Sridhar Jetty, dan Jimmy Lalwani, film ini digambarkan lucu, kocak, mind-blowing, namun tetap orisinal dan inspiratif khas Gen Z dan Gen Ultra. โTidak hanya unik dan menarik, Harusnya Horror juga sangat inspiratif,โ ujar Sridhar Jetty selaku Executive Producer. Ikuti perkembangan terbaru film ini melalui Instagram @harusnyathemovie dan @essjaypictures Red
