Reportasejakarta.com-Jakarta. Polres Jakarta Barat mengadakan Presscon terkait kasus kepemilikan narkoba atas selebritas yang juga suami dari pesinetron inisial JJ yang ditangkap Polres Metro Jakarta Barat beberapa hari lalu.

Polres Metro Jakarta Barat lakukan Presscon, ungkapkan kasus
JJ tersebut, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus didampingi Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Ady Wibowo serta Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat AKBP Ronaldo Maradona Siregar mengungkapkan bahwa, berawal dari laporan masyarakat kemudian dilakukan penyelidikan hingga penyidik Satresnarkoba Polres Metro Jakarta Barat yang dipimpin Kanit 1 AKP Arif Purnama Oktora melakukan penggeledahan di kediaman JJ di kawasan Ancol Jakarta Utara.

Dari kasus tindak Pidana Narkotika yang dilakukan oleh publik figur berinisial JJ beberapa hari lalu, dengan tempat kejadian di Rumah Sakit THT Cirajang, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (16/02/2021).

Kemudian JJ
dibawa untuk diproses di Polres Metro Jakarta Barat terkait narkotika
tersebut.

“Dari hasil penggeledahan, ditemukan satu kotak yang isinya adalah dua paket sabu-sabu seberat 0,39 gram dan ada alat penghisapnya,” ungkap Kombes Yusri, Jumat  (19/02/2021).

Barang bukti tersebut ditemukan didalam satu kamar. Saat itu yang ada hanya anaknya (P). Kemudian, ada satu lemari di kamar milik ibunya (JJ) yang memang tidak boleh dibuka. Lalu dilakukan penggeledahan dalam lemari tersebut dan ditemukan satu kotak yang isinya adalah dua paket sabu-sabu dan ada alat penghisapnya, lanjut Yusri.

Yusri mengatakan,”Dari pengakuan P, barang bukti tersebut milik JJ”.

Saat itu JJ dan suami tidak berada di lokasi, kemudian polisi melakukan pencarian hingga ditemukan sedang berada  di suatu tempat, hingga petugas pun membawa keduanya ke Mapolres Metro Jakarta Barat untuk dilakukan pemeriksaan tes urine, “hasil (tes Urine) ketiganya negative,”

Dari keterangan awal ia miliki sejak 4 tahun yang lalu dan dia dapat dari orang berinisial A dan R yang saat ini menjadi DPO,” kata JJ.

Yusri mengatakan “Kami masih lakukan pengejaran kepada dua orang tersebut. Untuk pastikan lagi JJ kami bawa ke lab forensik untuk dilakukan tes rambut,  apa benar positif atau tidak. Memang ketentuan baru akan keluar min 3 hari kerja. Jadi kita masih tunggu nanti hasil dari lab forensik tersebut,”terangnya.

Adapun penyidik hingga saat ini masih mendalami dan melakukan pengejaran terhadap kedua orang A dan R, agar menjadi jelas termasuk hasil lab forensik tersebut.

“Untuk sementara JJ kami jerat Pasal 112 ayat (1) tentang UU Narkotika, yang mengatakan bahwa:  Pasal (1) Setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan Narkotika Golongan I bukan tanaman, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 4 (empat) tahun dan paling lama 12 (dua belas) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp. 800.000.000,00 (delapan ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp. 8.000.000.000,00 (delapan miliar rupiah),” jelas Yusri.

(Larty).

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *