Reportasejakarta.com, Jakarta Utara. Persiapan sekolah menuju sistem pembelajaran tatap muka secara terbatas yang direncanakan akan dimulai pada tahun ajaran baru di bulan Juli 2021 masih terus dilakukan. Kepala Sekolah SMPN 30 Jakarta, M.Yusuf Corua mengatakan, tim penanganan COVID-19 di SMPN 30 Jakarta sudah terbentuk dengan melibatkan keluarga sekolah dan pengurus Komite Sekolah.

“Kita libatkan orangtua untuk menjadi tim pemantau pembelajaran tatap muka di sekolah. Rencananya, setelah Hari Raya Idul Fitri 1442 H, kita akan melakukan uji coba pembelajaran tatap muka untuk melatih anak-anak agar terbiasa lagi belajar di sekolah. Nantinya, waktu dimulainya pembelajaran akan dibagi menjadi dua sesi yaitu Pukul 6.30  dan 09.50 WIB,” ungkapnya saat ditemui di SMPN 30 Jakarta, Selasa (6/4).

Prosedur tetap protokol kesehatan COVID-19 menjadi pedoman utama dalam penerapan sistem pembelajaran tatap muka di sekolah. “Nantinya, diberlakukan rasio 50% bagi peserta didik yang hadir di sekolah termasuk jumlah orang di satu ruangan. Kemudian akan dilakukan pengukuran suhu tubuh saat tiba digerbang sekolah, diwajibkan memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. Di depan setiap ruang kelas sudah disediakan wastafel disertai kelengkapannya,” jelas M.Yusuf Corua.

Ia menambahkan, penyemprotan disinfektan secara rutin akan terus dilakukan untuk mencegah terjadinya penyebaran COVID-19 di lingkungan sekolah. “Selama dua bulan pertama tidak boleh ada kegiatan di kantin kemudian olahraga di lapangan juga belum diperbolehkan. Untuk kantin tidak akan buka dulu sampai ada instruksi dari Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta,” ujarnya.

Sedangkan program vaksinasi bagi tenaga pendidik masih terus berjalan untuk memastikan adanya perlindungan kesehatan dari pemerintah terhadap ancaman COVID-19. “Semua guru di SMPN 30 sudah kebagian jadwal vaksin dan jumlah keseluruhannya ada 41 orang. Intinya, kita sudah siap menuju pembelajaran tatap muka. Sudah setahun anak-anak tidak belajar di sekolah. Kita rindu sama anak-anak dan anak-anak juga sudah rindu untuk sekolah. Semoga pandemi cepat selesai dan kegiatan belajar mengajar di sekolah normal kembali,” tuturnya.

Report : Wien.

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *