Reportasejakarta.com, MOJOKERTO Lewat sebuah karyanya, Ulama nyentrik dan cukup gaul asal Mojokerto ini tak pernah luput dari bidikan kamera. Tak heran ketika Gus Imm sapaan akrabnya menyambut baik kedatangan Prof. DR. Ir. HM. Eros Soeroso SH.MH. seorang penggiat budaya bertandang ke museum miliknya di Balewedar desa Temon, Trowulan Mojokerto, Rabu (16/6/2021) sore.

 

Mengulas budaya, banyak hal yang disoroti Profesor kelahiran Tulungagung ini. Ia mengajak semua lapisan masyarakat agar mulai menggaungkan adat istiadat dan budaya Indonesia. Hal itu pula yang disampaikannya ke Gus Imm. “Pertemuan saya dengan Gus Imm adalah bukan kebetulan. Ini semata-mata digerakkan Gusti Allah bahwa kami memiliki tujuan yang sama dalam membangun peradaban bangsa lewat pelestarian budaya. “Kata Eros.

 

Pria kelahiran 23 Agustus 1961 ini pun menatap penuh harapan kepada sang tokoh budaya Gus Imm agar dapat mengangkat budaya Nusantara khususnya kerajaan Majapahit beserta ornamennya kembali kepermukaan bumi. Ia juga mengatakan hendaknya para pelaku, pelestari dan pemerhati serta para tokoh adat menjalin persatuan dan kerukunan tanpa pandang ras dan agama.

 

“Persepsinya bukti nyata, dengan seperti itu maka saya meyakini Pemerintah akan memfokuskan kelestarian budaya demi perkuat pertahanan Negara. Kita jangan menunggu pemerintah atau siapapun untuk memulainya. Kita semua harus sadar bahwa ini adat, budaya, seni milik bangsa Indonesia dan sudah sepatutnya menjadi tanggung jawab kita semua. “Jelas Eros.

 

Sementara, Gus Imm sepakat dengan ungkapan Prof. Eros. Ia juga menyebut perlunya etika budaya, sehingga Indonesia mampu menjalankan amanah para leluhur bangsa. “Ini yang harus dilakukan oleh para pelaku budaya. Karena majunya suatu Negara dieujudkan kemajuan budaya. “Ucap Gus Imm.

 

Sebagai simbol ulama yang bersahaja, Gus Imm menoleh perlunya kesadaran Pemerintah dan segenap masyarakat. Ia memberi contoh masih sangat kurangnya perhstian Kabupaten Mojokerto, Provinsi Jawa Timur dalam mengemban amanah sumpah suci tanah Majapahit. “Bangsa kita memang terlihat maju dalam insfratruktur tapi tidak untuk budaya.

 

“Disini perlunya 3 hal dalam menjalankan kebangsaan jika Negara ini ingin menjadi hebat, yakni perlu adanya totalitas Spirit, Spiritual dan seni budaya. “Pungkasnya.

Reporter : Wiwin.

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *