REPORTASE  JAKARTA

JAKARTA – Ketua MPR RI sekaligus Penasihat PB Perbakin dan Ketua Umum Perkumpulan Pemilik Izin Khusus Senjata Api Bela Diri (Perikhsa) Bambang Soesatyo mengapresiasi kerjasama PT Pindad dibawah kepemimpinan Direktur Utama Abraham Mose dengan PT Dwimitra Pasifik Internasional dibawah kepemimpinan CEO Guntur Muchtar dan Saras Shintya Soesatyo yang berkolaborasi memproduksi berbagai jenis senjata api bela diri dan olahraga. PT Dwimitra Pasifik Internasional turut berperan dalam menentukan desain hingga sparepart. Untuk senjata api bela diri terdiri dari Black Stone Defender kaliber 7,65mm Single Stack dan Protector 7,65mm Double Stack. Sementara senjata api olahraga terdiri dari Black Stone Thunder 9mm Double Stack Standar Class, Storm 9mm Double Stack Open Class serta Cyclone 9mm PCC Class.

Tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) berbagai jenis senjata api tersebut sudah mencapai lebih 50 persen. Selain sebagai mitra produksi, PT Dwimitra Pasifik Internasional juga ditunjuk oleh PT Pindad sebagai distributor untuk memasarkan dan menjual berbagai jenis senjata api bela diri dan olahraga tersebut ke berbagai kalangan, seperti anggota dan atlet Perbakin, anggota Perikhsa, serta berbagai kalangan lainnya.

“Berbagai jenis senjata api bela diri dan olahraga produksi bersama PT Pindad dengan PT Dwimitra Pasifik Internasional sangat bermanfaat bagi kemajuan olahraga menembak para atlet Perbakin maupun bagi para anggota Perikhsa. Dengan memaksimalkan produksi dari dalam negeri, Perbakin dan Perikhsa juga turut memajukan produktivitas sekaligus mendorong perkembangan industri pertahanan nasional. Terlebih berbagai senjata api tersebut kualitasnya tidak kalah dibandingkan produk sejenis dari luar negeri,” ujar Bamsoet usai menyaksikan penandatanganan LoI dari PT Dwimitra Pasifik Internasional dengan PT Pindad, di sela event Indo Defence 2022 yang dibuka Presiden Joko Widodo, di JIExpo, Jakarta, Rabu (2/11/22).

Turut hadir selain Bamsoet sebagai Ketua Umum Perikhsa, juga hadir Direktur Utama PT Pindad Abraham Mose, CEO PT Dwimitra Pasifik Internasional Guntur Muchtar, dan Ketua Harian PB Perbakin Mayjen TNI (Purn) Siswanto.

Ketua DPR RI ke-20 dan mantan Ketua Komisi III DPR RI bidang Hukum, HAM, dan Keamanan ini menjelaskan, senjata api bela diri dan olahraga hasil kerjasama PT Pindad dengan PT Dwimitra Pasifik Internasional ini memiliki berbagai keunggulan. Antara lain, mengambil design populer yaitu design modular yang dapat dimodifikasi sesuai kegunaan. Kualitasnya juga masuk kategori custom gun, dengan material yang digunakan adalah baja khusus untuk senjata api. Serta memiliki kemampuan tembakan yang sangat presisi karena dibuat dengan ketelitian tinggi.

“Produk senjata api ini juga telah memiliki kualitas setara senjata api import dari berbagai produsen ternama dunia. Karena teknik pembuatannya sama-sama menggunakan mesin CNC, bahan baja yang digunakan sama dengan produk impor, pelapisan logam sama-sama menggunakan sistem PVD, serta perakitan dilakukan oleh gun smith berpengalaman,” jelas Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar dan Kepala Badan Hubungan Penegakan Hukum, Pertahanan dan Keamanan KADIN Indonesia ini juga mengapresiasi penyelenggaraan Indo Defence 2022 sebagai ajang pameran teknologi persenjataan yang digelar atas prakarsa Kementerian Pertahanan Republik Indonesia. Selain menjadi etalase menampilkan berbagai produk industri pertahanan dalam negeri, event ini juga bisa dimanfaatkan sebagai ajang menjalin kemitraan antara pelaku usaha industri pertahanan dalam negeri dengan pelaku industri pertahanan dari luar negeri.

“Indo Defence 2022 mengusung tema Indonesia International Tri Service Defence, Aerospace, Maritime, and Security Event: ‘Peace, Prosperity, Strong Defence’. Diikuti sekitar 905 perusahaan dari 59 negara. Sekitar 154 perusahaan diantaranya merupakan industri pertahanan dalam negeri yang terdiri dari perusahaan milik negara seperti PT Pindad, maupun perusahaan swasta nasional seperti PT Dwimitra Pasifik Internasional,” urai Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila dan Wakil Ketua Umum FKPPI ni menerangkan, melalui Indo Defence 2022, publik bisa mengetahui kehebatan berbagai Alutsista yang diproduksi perusahaan negara maupun perusahaan swasta nasional. Salah satunya seperti yang ditunjukan Defend ID, holding BUMN Industri Pertahanan yang terdiri dari lima BUMN yakni PT Dirgantara Indonesia, PT Pindad, PT PAL Indonesia, PT Len Industri, dan PT Dahana.

PT Len Industri memamerkan radar, intercom, e-tactical bike (motor trail bertenaga listrik untuk mendukung TNI melintasi jalanan hutan), hingga combat management system. PT Dirgantara Indonesia memamerkan pesawat N219 Amphibi, CN235-220, NC212i, UAV MALE Elang Hitam, produk kolaborasi helikopter dan pesawat tempur KFX/IFX. PT PAL Indonesia memamerkan berbagai jenis kapal perang, mulai dari landing platform dock (LPD) 163 meter, kapal cepat rudal (KCR) generasi baru, kapal rumah sakit, perusak kawal rudal, fregat, hingga kapal selam tanpa awak (autonomous).

“Sementara PT Dahana memamerkan roket dan kendaraan peluncur, bom pesawat tempur, senjata lawan tank, manpads, serta drone Rajata. Sedangkan PT Pindad memamerkan berbagai senapan serbu yang telah terbukti di pertandingan internasional, mulai dari SS2-V5 A1, SS Amphibious, hingga simulator senjata Pasupati, serta berbagai kendaraan tempur seperti Medium Tank Harimau, Badak 6×6, hingga kendaraan taktis Maung,” pungkas Bamsoet. (Red).

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *