REPORTASE  JAKARTA

Muara Enim , Sudah menjadi tradisi dan bahkan kearifan pada beberapa daerah tertentu. Prosesi sedekah selamatan seringkali dilaksanakan pada berbagai momen dan tradisi sosial di lingkungan masyarakat .

Sebut saja , misalnya tradisi tepung tawar pada kendaraan yang baru dibeli, tradisi mulan batu pada awal proses pembangunan pondasi rumah termasuk sedekah adat ” Peliharo Dusun “dan berbagai kegiatan lainnya , termasuk diantaranya sedekah adat lokal desa penanggiran kecamatan gunung Megang kabupaten muara enim Sumatera Selatan

” Masih kita berdayakan kearifan lokal berupa sedekah adat sebagai ritual tolak bala dan doa bersama mohon keselamatan ,” Sebut Kades Penanggiran , Revi Widarno .

Belum lama ini publik dikejutkan dengan musibah ambruknya Crane Girder dan menimpa Babaranjang kereta api yang sedang melintas .

Diberitakan sebelumnya , musibah yang mengakibatkan 2 orang meninggal dunia dan beberapa orang terluka

Kejadian yang bermula ketika ground inspection dan proses pengangkatan Crane Girder akan berlangsung .

Proses lifting atau angkat balok ke perletakan bentangan dan diduga adanya miskomunikasi dari pihak erector 1 menuju bentangan erector 2 .

Akibat salah satu operator mengangkat balok yang tidak seimbang dengan rekannya sehingga terjadi ketidakseimbangan beban keseimbangan pada Crane Girder sebelum akhirnya Girder Crane ambruk ke arah perlintasan kereta api menuju arah kota Muara Enim .

Belum lama berselang , beredar rumor di publik atas kecelakaan kerja melesetnya Hammer Diesel yang merupakan alat pemasang paku bumi pada lokasi pengerjaan yang menyebabkan tergelincir paku bumi dan melukai pekerja dan terbaru kecelakaan tunggal akibat kelalaian berupa jatuhnya alat berat berjenis excavator dari mobil trailer yang membawanya sehingga menyebabkan kemacetan total ruas jalan gunung Megang – Muara Enim ( Senin , 8/4/2024)

Diketahui dari lokasi kejadian , Truck Fuso trailer berwarna orange dengan nomor polisi BG 8115 ZK melintasi perlintasan rel kereta api bantaian .

Dari arah kota Prabumulih menuju kota kabupaten Lahat .
Sebelum melewati ruas jalan utama dari jalan alternatif yang dibangun oleh oleh flyover bantaian , Muatan truck Fuso trailer terlepas sehingga alat berat berjenis excavator terguling di badan jalan .

” Dari Palembang dan hendak menuju Lahat , namun musibah tergelincirnya excavator ini malah terjadi , ” Jelas Aswandi , Perwakilan PT PKA perusahaan alat berat yang berasal dari Palembang.

Lanjutnya , Pihak perusahaan sudah dipanggil pihak kepolisian sehubungan dengan pelanggaran surat edaran gubernur Sumatera Selatan dan juga pelanggaran lalulintas tentang jalan .

” Sudah ditilang polisi dan juga pelanggaran surat edaran gubernur Sumatera Selatan ,” Imbuh Aswandi .

Meskipun tidak menimbulkan korban jiwa namun petugas kepolisian sudah mengamankan truk trailer dan excavator agar tidak menghambat kelancaran pengguna jalan .

Menyoal musibah dan insiden dugaan kecelakaan kerja pada lingkungan pengerjaan proyek flyover tebing bantaian dan obrolan ringan sembari ngopi bersama sejumlah warga masyarakat dua desa yang masuk wilayah pengerjaan flyover, Desa Penanggiran dan desa Panang Jaya .

” Mungkin perlu sedekah dan doa selamat seperti pada pengerjaan flyover Patih Galung Prabumulih berupa gelar penyembelihan sapi dan doa bersama antar pemerintah dan masyarakat serta pelaksana proyek ,” Celoteh salah satu di sekitar lokasi pelaksanaan proyek flyover tebing bantaian .

Bukan tidak beralasan apa yang disampaikan oleh masyarakat , mengingat budaya dan adat istiadat masih melekat erat didampingi juga sebagai bentuk permohonan dia restu serta perlindungan dari Allah SWT sebelum dan selama proyek berlangsung .

” Mungkin juga berkat doa dan dukungan masyarakat agar terjauh dari marabahaya,” pungkas warga tersebut sembari menyebutkan dulunya daerah tebing bantaian merupakan daerah rawan dan seringkali terjadi kecelakaan berlalulintas.

(Yogie Kaperwil Sumsel).

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *