REPORTASE  JAKARTA

JAKARTA — Muay Thai Indonesia tengah menghadapi fase krusial setelah penyelenggaraan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang kemudian dilanjutkan dengan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) pada 10 April 2026 di Hotel Bidakara, Jakarta.

Agenda tersebut bukan sekadar forum rutin tahunan. Rakernas digelar sebagai respons atas munculnya mosi tidak percaya yang diajukan oleh sekitar 30 Pengurus Provinsi (Pengprov) terhadap Ketua Umum PB Muay Thai Indonesia, LaNyalla Mahmud Mattalitti. Situasi ini kemudian berkembang menjadi dinamika internal yang berdampak langsung pada struktur organisasi di berbagai daerah.

Sebagai tindak lanjut, PB Muay Thai Indonesia mengambil langkah dengan membekukan kepengurusan sejumlah Pengprov yang terlibat dalam mosi tersebut. Untuk menjaga jalannya roda organisasi, ditunjuk Pelaksana Tugas (Plt) di tingkat daerah, yang disebut telah sesuai dengan mekanisme dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).

Menanggapi tuduhan yang beredar, LaNyalla menegaskan bahwa hasil evaluasi internal tidak menemukan adanya pelanggaran AD/ART. Ia menyebut tuduhan tersebut tidak memiliki dasar yang kuat dan memastikan bahwa seluruh keputusan organisasi diambil melalui prosedur yang sah.

Di sisi lain, Rakernas juga menjadi ruang evaluasi terhadap sistem organisasi itu sendiri. Sejumlah peserta menyoroti adanya kelemahan dalam AD/ART, terutama terkait kewenangan yang dinilai terlalu terpusat. Atas dasar itu, forum sepakat untuk menggelar Munaslub dengan agenda utama melakukan perubahan AD/ART sebagai langkah pembenahan struktural.

Di tengah situasi tersebut, pandangan dari kalangan atlet turut menjadi sorotan. Rudy Agustian menilai Rakernas kali ini sebagai momentum penting untuk memperbaiki arah organisasi, khususnya dalam menciptakan sistem yang lebih berpihak kepada atlet.

Ia menyebut adanya perubahan signifikan, termasuk bergantinya sejumlah pengurus yang selama ini dinilai bermasalah.

“Rakernas ini sangat positif. Pengurus-pengurus yang selama ini membuat atlet jadi korban sudah disingkirkan,” ujar Rudy.

Sebagai atlet yang mengaku pernah terdampak kebijakan sebelumnya, Rudy juga mengkritik pola kepengurusan lama yang dianggap kurang mendukung pembinaan.

“Basic saya atlet. Saya juga pernah dirugikan oleh sistem yang tidak amanah,” katanya.

Ia menilai munculnya mosi tidak percaya lebih dipicu oleh ketidakpuasan segelintir pihak terhadap kepemimpinan saat ini.

“Ketika keinginan tidak terpenuhi, muncul upaya untuk menggoyang. Itu tidak etis,” tambahnya.

Salah satu hasil penting dari rangkaian Rakernas dan Munaslub adalah dorongan untuk memperbarui AD/ART menjadi lebih adaptif. Beberapa poin utama yang mencuat antara lain:
• Fleksibilitas perpindahan atlet antara jalur profesional dan amatir
• Penghapusan batasan usia, mengikuti standar internasional
• Integrasi jalur profesional ke dalam sistem pembinaan nasional

Menurut Rudy, perubahan ini sangat krusial untuk meningkatkan daya saing atlet Indonesia yang selama ini terkendala minimnya frekuensi pertandingan.

“Di level amatir, kesempatan bertanding sangat terbatas. Negara lain jauh lebih aktif,” ujarnya.

Selain reformasi regulasi, arah pengembangan Muay Thai Indonesia juga mulai bergeser ke ranah profesional. Konsep event berbasis hiburan atau sportainment dinilai dapat menjadi strategi untuk memperluas daya tarik olahraga ini.

Rudy bahkan mendorong inovasi seperti “Street Muay Thai” serta menyambut positif hadirnya event profesional seperti Nyala Combat sebagai bagian dari ekosistem baru.

“Potensi atlet kita besar. Tinggal bagaimana sistemnya mendukung,” katanya.

Sebagai bagian dari penataan ulang organisasi, sekitar 30 Pelaksana Tugas (Plt) akan ditunjuk untuk menggantikan kepengurusan daerah yang dibekukan. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat implementasi program serta membangun struktur yang lebih solid.

Rakernas juga dihadiri sejumlah tokoh penting olahraga nasional, di antaranya Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir, Ketua KONI Pusat Marciano Norman, serta Ketua KOI Raja Sapta Oktohari.

Erick Thohir menilai Muay Thai Indonesia memiliki peluang besar untuk berkembang, baik dari sisi prestasi maupun industri olahraga.

Rangkaian peristiwa ini menandai bahwa Rakernas dan Munaslub kali ini bukan sekadar agenda formal, melainkan bagian dari proses perubahan besar di tubuh organisasi.

Ke depan, keberhasilan Muay Thai Indonesia akan sangat bergantung pada:
• efektivitas kepengurusan baru
• penerapan AD/ART hasil revisi
• serta konsistensi dalam membangun sistem yang lebih berpihak kepada atlet

Jika momentum ini mampu dijaga, Muay Thai Indonesia berpeluang memasuki fase baru yang lebih profesional dan kompetitif di kancah internasional.

(Arisyi).

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://bumimineralsulawesi.com/smelter

https://enspirestudio.com/about/

https://catalog.widyagama.ac.id/

https://thekitchenwithnina.com/hello-world/

https://trickut.com/mint-mobile-review-everything-you-need-to-know-and-is-it-worth-it/

ace99play login

https://library.akfarsurabaya.ac.id/

dewaslot88

https://dentiloquent.com/category/blogs/

Aceplay99

Aceplay99

https://bearmarketleader.com/

https://www.nabire.net/hubungi-kami/

https://www.nasmocojogja.net/konsumen-toyota-jogja/

https://devbook.net/work/

https://indomedia.net.id/layanan/media-sosial/