Selain tes komputer, Polri juga menaikkan standar tes akademik. Materi ujian tahun ini tidak lagi berorientasi pada hafalan, melainkan menguji kemampuan berpikir kritis, analitis, dan pemecahan masalah. โPolisi itu tesnya ada empat. Terkait intelektualitas tesnya tes akademik, bahasa Inggris, pengetahuan umum, matematika dan sebagainya. Dan sekarang ini sudah standar olimpiade,โ ungkap Irjen Anwar. โInilah yang paling kita senang, sudah bukan zamannya soal hafalan lagi atau textbook. Sehingga kualitas mereka itu saat melihat ada permasalahan, bisa menganalisa, memecahkan suatu permasalahan. Ini yang diperlukan Polri di masa depan,โ tambahnya. Hingga tahap akhir seleksi tingkat pusat, sebanyak 404 calon taruna dan taruni mengikuti proses seleksi. Terdiri dari 365 calon taruna dan 39 calon taruni. Seluruh peserta sebelumnya telah melalui seleksi ketat di tingkat panitia daerah dan pusat, meliputi pemeriksaan administrasi, kesehatan, psikologi, akademik, kesamaptaan jasmani, hingga pemeriksaan penampilan atau rikpil. Pada tahapan rikpil tingkat pusat, peserta dinilai langsung oleh enam pejabat utama Polri, yaitu Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, Kalemdiklat Polri Komjen Pol. R.Z. Panca Putra, As SDM Kapolri Irjen Pol. Dr. Anwar, Kadiv Propam Polri Irjen Pol. Abdul Karim, Wairwasum Polri Irjen Pol. Tomex Korniawan, serta Gubernur Akpol Irjen Pol. Daniel Tahi Monang Silitonga. Penerapan tes komputer dan peningkatan standar akademik ini menjadi bagian komitmen Polri untuk mencetak perwira muda yang unggul, adaptif terhadap teknologi, memiliki daya analisis tinggi, serta siap menghadapi tantangan tugas di era digital. Larty.
Selain tes komputer, Polri juga menaikkan standar tes akademik. Materi ujian tahun ini tidak lagi berorientasi pada hafalan, melainkan menguji kemampuan berpikir kritis, analitis, dan pemecahan masalah. โPolisi itu tesnya ada empat. Terkait intelektualitas tesnya tes akademik, bahasa Inggris, pengetahuan umum, matematika dan sebagainya. Dan sekarang ini sudah standar olimpiade,โ ungkap Irjen Anwar. โInilah yang paling kita senang, sudah bukan zamannya soal hafalan lagi atau textbook. Sehingga kualitas mereka itu saat melihat ada permasalahan, bisa menganalisa, memecahkan suatu permasalahan. Ini yang diperlukan Polri di masa depan,โ tambahnya. Hingga tahap akhir seleksi tingkat pusat, sebanyak 404 calon taruna dan taruni mengikuti proses seleksi. Terdiri dari 365 calon taruna dan 39 calon taruni. Seluruh peserta sebelumnya telah melalui seleksi ketat di tingkat panitia daerah dan pusat, meliputi pemeriksaan administrasi, kesehatan, psikologi, akademik, kesamaptaan jasmani, hingga pemeriksaan penampilan atau rikpil. Pada tahapan rikpil tingkat pusat, peserta dinilai langsung oleh enam pejabat utama Polri, yaitu Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, Kalemdiklat Polri Komjen Pol. R.Z. Panca Putra, As SDM Kapolri Irjen Pol. Dr. Anwar, Kadiv Propam Polri Irjen Pol. Abdul Karim, Wairwasum Polri Irjen Pol. Tomex Korniawan, serta Gubernur Akpol Irjen Pol. Daniel Tahi Monang Silitonga. Penerapan tes komputer dan peningkatan standar akademik ini menjadi bagian komitmen Polri untuk mencetak perwira muda yang unggul, adaptif terhadap teknologi, memiliki daya analisis tinggi, serta siap menghadapi tantangan tugas di era digital. Larty.
