“Setiap tahapan memberikan ruang bagi peserta untuk bersaing secara sehat berdasarkan hasil yang diperoleh,” ujarnya. Asisten Kapolri Bidang SDM Irjen Pol. Dr. Anwar mengatakan tes kesamaptaan jasmani merupakan instrumen penting mengukur kesiapan calon taruna mengikuti pendidikan kepolisian. “Selain kemampuan akademik, kesehatan fisik, kesehatan mental, dan psikologi juga dinilai. Yang tidak kalah penting calon anggota Polri harus memiliki karakter, integritas, dan jiwa melayani masyarakat,” ujar Irjen Anwar. Ia menambahkan, hasil tes kesamaptaan tahun ini menunjukkan peningkatan. Sebanyak 20 peserta berhasil menempuh jarak lebih dari 3.200 meter dalam waktu 12 menit. Hal ini mencerminkan kesiapan fisik para calon taruna yang mengikuti seleksi tingkat pusat. Polri berkomitmen menyelenggarakan proses rekrutmen yang bersih, transparan, akuntabel, humanis, dan bebas dari praktik KKN.
“Melalui proses seleksi yang objektif, diharapkan lahir calon-calon perwira Polri yang unggul, berintegritas, profesional, serta siap mengabdi dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” pungkas Irjen Anwar. Larty
