“Bulutangkis Kapolri Cup 2026 juga menjadi wadah membangun sportivitas, kebersamaan, dan mempererat sinergi antara Polri dengan masyarakat serta berbagai stakeholder lainnya,” katanya. Tahun ini tercatat 1.219 peserta yang ikut bertanding. Rinciannya terdiri dari 591 peserta kategori umum, 558 peserta kategori Polri, dan 70 peserta kategori difabel. Kategori yang dipertandingkan meliputi U-15 Pemula, U-17 Remaja, U-19 Taruna, kategori Polri, serta kategori difabel. Untuk kategori difabel pembagiannya berdasarkan klasifikasi disabilitas guna menjamin kompetisi yang adil dan setara. Irjen Mardiyono menyebut, penyelenggaraan ini merupakan hasil kolaborasi Polri bersama PBSI dalam mendukung pembinaan olahraga nasional. Polri juga menggandeng NPCI sebagai bentuk komitmen menghadirkan olahraga inklusif bagi atlet penyandang disabilitas. “Harapannya, Kapolri Cup 2026 tidak hanya melahirkan prestasi olahraga, tetapi juga memperkuat pembinaan, menumbuhkan sportivitas, dan mempererat hubungan Polri dengan masyarakat,” ungkapnya. Apresiasi PBSI dan NPCI
Sekretaris Jenderal PP PBSI Ricky Soebagdja mengapresiasi konsistensi Polri mendukung pembinaan atlet bulutangkis. Kejuaraan ini juga sudah masuk dalam kalender resmi PBSI tahun 2026. “Kami berterima kasih kepada institusi Polri. Atlet-atlet di kategori pembinaan akan kami pantau sebagai calon atlet potensial untuk seleksi nasional hingga pemusatan latihan nasional,” kata Ricky. Sementara Ketua Umum NPCI Provinsi DKI Jakarta Yasin Onasie menyampaikan apresiasi atas keterlibatan atlet difabel untuk pertama kalinya.
“Ini wujud bahwa atlet penyandang disabilitas juga diberikan ruang untuk berkarya dan berprestasi bagi negeri,” ujarnya. Selain memperebutkan gelar juara, para pemenang akan memperoleh sertifikat, medali, piala, serta uang pembinaan. Kejuaraan juga dimeriahkan dengan berbagai hiburan bagi masyarakat sebagai upaya Polri mendekatkan diri melalui olahraga dan pembinaan generasi muda. (Larty).
