KADIN Tegaskan Komitmen JadiJembatan Aspirasi Pelaku Usaha untuk Dorong Investasi dan Lapangan Kerja
JAKARTA – Bambang Soesatyo (Bamsoet), Anggota DPR RI sekaligus Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Polhukam KADIN Indonesia, menegaskan pertemuan pimpinan KADIN Indonesia dengan Presiden Prabowo Subianto selama lebih dari tiga jam di Istana Negara merupakan langkah strategis memperkuat sinergi pemerintah dan dunia usaha.
Pertemuan yang berlangsung Jumat (31/7/2026) itu dihadiri pengurus KADIN dari 38 provinsi dan perwakilan asosiasi. Pembahasan fokus pada upaya menghadapi dinamika ekonomi global, mulai dari perlambatan ekonomi dunia, ketegangan geopolitik, perubahan rantai pasok, hingga persaingan investasi antar negara.
“Presiden Prabowo memberikan pesan yang sangat jelas bahwa kemajuan bangsa hanya dapat diwujudkan apabila pemerintah, dunia usaha, akademisi, pekerja, dan seluruh elemen nasional bergerak dalam semangat kolaborasi. KADIN memiliki tanggung jawab untuk menerjemahkan arahan tersebut menjadi langkah nyata yang mampu mendorong investasi, memperkuat industri nasional, meningkatkan ekspor, serta membuka lebih banyak kesempatan kerja bagi masyarakat,” ujar Bamsoet usai pertemuan.
Dorong Kebijakan Pro-InvestasiBamsoet yang juga Ketua MPR RI ke-15 menilai arah kebijakan Presiden Prabowo sangat relevan dengan tantangan saat ini. Ia menyebut Indonesia memiliki peluang besar karena stabilitas politik terjaga, bonus demografi, kekayaan SDA, dan pasar domestik yang besar. “Presiden mengingatkan bahwa negara yang berhasil adalah negara yang elite politik, elite ekonomi, elite intelektual, serta seluruh komponen masyarakatnya mampu bekerja sama. Pesan ini harus menjadi motivasi bersama agar dunia usaha semakin percaya diri melakukan ekspansi dan investasi di Indonesia,” kata Bamsoet. Ia menambahkan, tantangan dunia usaha saat ini semakin kompleks dengan adanya digitalisasi, transisi energi, kecerdasan buatan, hingga perubahan pola perdagangan. Karena itu kepastian hukum, penyederhanaan regulasi, percepatan perizinan, dan akses pembiayaan menjadi kunci daya saing. “KADIN harus menjadi jembatan yang efektif antara aspirasi pelaku usaha dengan pemerintah. Dunia usaha membutuhkan kepastian, sementara pemerintah memerlukan masukan yang objektif dari lapangan,” urai Bamsoet. Fokus Penguatan Ekonomi Daerah
Bamsoet juga menyoroti pentingnya penguatan ekonomi daerah. Menurutnya, hilirisasi SDA, kawasan industri, sektor pangan, digitalisasi UMKM, kendaraan listrik, dan infrastruktur memiliki prospek tinggi. “Semangat yang dibangun Presiden Prabowo adalah membangun Indonesia dari seluruh daerah. Karena itu KADIN di 38 provinsi harus mampu menjadi motor penggerak investasi, membantu UMKM terus berkembang, memperkuat industri lokal, memperluas pasar ekspor, serta menciptakan ekosistem usaha yang sehat dan kompetitif,” pungkas Bamsoet. (***).
