Ia berharap ke depan Kota Medan dapat menjadi kota metropolitan yang religius dan menjadi kebanggaan masyarakat. “Kami mendukung kepemimpinan Pak Rico Waas dan Pak Zakiyuddin. Namun mereka harus membuktikan komitmen dan janji kampanye yang disampaikan saat pemilihan kemarin. Sampai saat ini Kota Medan masih seperti dulu,” tegasnya. Adi juga menegaskan dirinya tidak memiliki sentimen pribadi terhadap kepemimpinan saat ini.
“Saya tidak sentimen atau tidak mendukung. Justru saya mendukung sepenuhnya karena saya juga bagian dari tim yang mendukung mereka saat pemilihan kemarin. Saya masih punya harapan besar kepada mereka untuk menepati janji-janji agar masyarakat Kota Medan percaya dan merasa puas,” katanya. Lebih lanjut, Adi meminta Wali Kota selektif dalam menempatkan kepala dinas dan pejabat lainnya berdasarkan kemampuan, bukan karena pesanan atau faktor subjektif. “Kalau mereka khususnya Pak Wali Kota mau maju lagi, harus tunjukkan kinerja kepada masyarakat Kota Medan. Termasuk dalam menempatkan Kadis dan lainnya harus sesuai kemampuan, bukan berdasarkan pesanan,” tegasnya. Ia mengaku sebagai salah satu tim pemenangan, namun hingga kini tidak pernah meminta proyek maupun jabatan.
“Jangankan minta proyek atau jabatan, untuk bertemu pun susah. Tapi saya tidak mempersoalkan itu. Yang terpenting bagaimana Kota Medan lebih baik ke depan dan masyarakatnya terayomi,” pungkasnya. (Tim)
