REPORTASE JAKARTA

JAKARTA — Ungkapan duka mendalam terus mengalir dari berbagai penjuru negeri menyusul musibah gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pagi (15/8/2026).

Salahsatu suara keprihatinan datang dari Pengacara Erles Rareral, SH., MH. Ia menyampaikan rasa prihatin sekaligus mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk bersatu membantu NTT bangkit.

“Saya sangat sedih dan prihatin atas musibah yang terjadi kemarin Sabtu pagi. Saya sebagai anak NTT mengajak semua masyarakat Indonesia untuk bahu membahu membangun Flores tercinta. Duka Flores adalah duka Indonesia,” ujar Erles Rareral dalam pernyataannya di Jakarta, Minggu (16/8/2026).

Gempa dengan pusat 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, itu telah menimbulkan korban jiwa dan kerusakan besar pada rumah, fasilitas kesehatan, serta infrastruktur di sejumlah wilayah NTT.

Berdasarkan data Basarnas per Minggu (16/8/2026) pukul 09.00 WITA, tercatat 51 orang meninggal dunia dan 64 orang luka-luka. Proses evakuasi, pencarian korban, dan penyaluran bantuan masih terus dilakukan oleh pemerintah, TNI, Polri, BNPB, dan para relawan.

Erles menegaskan, di tengah upaya nasional mempercepat pemulihan NTT, semangat gotong royong harus dikedepankan. Pemerintah pusat bersama pemerintah daerah, TNI, Polri, dan elemen masyarakat telah membentuk posko bantuan serta mengirim logistik, tenaga medis, dan tim SAR ke lokasi terdampak.

“Saat saudara kita di Flores berduka, maka seluruh Indonesia juga ikut berduka. Ini saatnya kita menunjukkan semangat persatuan sebagai satu bangsa,” lanjut Erles.

Berbagai bantuan berupa kebutuhan pokok, obat-obatan, tenda, hingga dukungan psikologis terus dikirim ke wilayah terdampak. Polri juga telah mengerahkan personel, tim K9, helikopter, dan logistik seberat tonan untuk mendukung operasi kemanusiaan di NTT.

Ia mengimbau masyarakat agar menyalurkan bantuan melalui kanal resmi pemerintah dan lembaga terpercaya agar bantuan dapat tepat sasaran.

Dirgahayu RI ke-81
Di momen peringatan kemerdekaan, Erles mengingatkan bahwa semangat “Bhinneka Tunggal Ika” kembali diuji. Musibah di Flores menjadi pengingat bahwa persaudaraan antar anak bangsa adalah kekuatan utama menghadapi setiap tantangan.

“Duka Flores adalah duka Indonesia. Mari bahu membahu membangun kembali Flores tercinta,” pungkasnya.

Larty

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

404 Not Found

Not Found

The requested URL was not found on this server.

Additionally, a 404 Not Found error was encountered while trying to use an ErrorDocument to handle the request.