Menurutnya, pembangunan Bali ke depan membutuhkan terobosan dan keberanian melihat peluang baru. Pengembangan sektor ekonomi dan finansial internasional harus selaras dengan karakteristik, budaya, serta kepentingan masyarakat Bali. โBali memiliki daya tarik yang luar biasa. Dunia sudah mengenal Bali. Kalau kemudian Bali mampu menjadi salah satu pusat kegiatan finansial internasional, tentu dampaknya akan sangat besar. Namun yang terpenting, masyarakat Bali jangan hanya menjadi penonton,โ tegasnya. Sanjaya menyoroti pentingnya kesiapan sumber daya manusia. Generasi muda Bali, kata dia, harus memiliki kompetensi agar mampu masuk ke ekosistem ekonomi global. โYang harus kita siapkan adalah manusianya. Anak-anak muda Bali harus memiliki kompetensi dan kemampuan untuk masuk ke dalam ekosistem ekonomi global. Jangan sampai investasi dan kegiatan ekonomi berkembang besar di Bali, tetapi masyarakat lokal tidak mendapatkan ruang dan manfaat yang maksimal,โ katanya. Ia menekankan, muara dari setiap kebijakan pembangunan harus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Pers Diminta Jadi Mitra Strategis dan Kontrol Sosial
Dalam kesempatan itu, Sanjaya juga menyoroti peran media di tengah derasnya arus informasi digital. Ia menyebut pers sebagai mitra strategis pemerintah. โBagi kami, pers adalah mitra strategis pemerintah. Media bukan hanya menyampaikan apa yang telah dikerjakan pemerintah, tetapi juga memberikan kritik, masukan, dan kontrol. Sepanjang disampaikan secara bijak, jujur, dan bertanggung jawab, tentu menjadi bagian penting dalam membangun pemerintahan yang lebih baik,โ ujarnya. Ia menilai hubungan pemerintah dan pers harus dibangun melalui kemitraan harmonis dengan tetap menghormati independensi media. Kritik yang berbasis fakta dan sesuai kaidah jurnalistik dapat menjadi evaluasi penyelenggaraan pemerintahan. โKami tidak alergi dengan kritik. Justru kritik yang konstruktif sangat kami perlukan. Yang terpenting adalah bagaimana informasi itu disampaikan secara benar, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan,โ tegas Sanjaya. Sanjaya juga mengingatkan tantangan media siber di era digital. Kecepatan penyebaran informasi harus dijawab dengan karya jurnalistik yang terverifikasi dan terpercaya. โHari ini informasi bergerak sangat cepat. Di sinilah media siber yang profesional harus mampu menjadi rujukan masyarakat. Jangan sampai informasi yang belum jelas justru lebih dipercaya dibandingkan karya jurnalistik yang telah melalui proses verifikasi,โ katanya. (LR).
