“Kita memerlukan doa. Melalui doa, kita akan memahami apa yang Tuhan inginkan bagi Indonesia,” katanya. Toni Mulya menegaskan bahwa MKDN bukan sekadar acara seremonial, melainkan momentum gereja untuk mengambil posisi dan berdiri bersama bagi Indonesia. Secara nasional, MKDN dilaksanakan serentak di 620 titik yang tersebar di 38 provinsi di seluruh Indonesia. Aristakus Tarigan selaku fasilitator umum JDN menyebut keserentakan ini sebagai wujud nyata kesatuan Tubuh Kristus dalam membawa bangsa dalam doa. Acara nasional di Balai Sarbini berlangsung pukul 15.00–21.00 WIB, dengan puncak acara pukul 17.30–21.00 WIB. Kegiatan ini melibatkan para pemimpin gereja, hamba Tuhan, serta pelayan pujian dari berbagai latar belakang gereja. Beberapa pemuji yang turut melayani antara lain Ps. Sidney Mohede dari JPCC Worship dengan lagu “Doa Kami”, Eldhy Victor, IFGF Praise, GKII Worship Team, Paduan Suara Bala Keselamatan, Gekari Damai Sejahtera Worship Team, dan JDN Worship Team. Ps. Edy Leo dalam kesempatan itu mengajak umat Tuhan untuk bersyukur, bertobat, berdoa, dan bersatu sebagai Tubuh Kristus, serta mendeklarasikan iman atas Indonesia. Semangat MKDN juga diwujudkan melalui program “Indonesia Menyembah 5” yang mendorong gereja-gereja di berbagai kota membangun mezbah doa dan penyembahan bagi bangsa. “Mari kita tangkap momentumnya, bangkitkan para pendoa, satukan Gereja, dan berdiri bagi Indonesia,” tegas Aristakus Tarigan. Dalam puncak acara, para pimpinan dan tokoh gereja juga mendeklarasikan pentingnya kesatuan Tubuh Kristus sebagai landasan membawa Indonesia ke arah pemulihan dan kebangkitan. LR
“Kita memerlukan doa. Melalui doa, kita akan memahami apa yang Tuhan inginkan bagi Indonesia,” katanya. Toni Mulya menegaskan bahwa MKDN bukan sekadar acara seremonial, melainkan momentum gereja untuk mengambil posisi dan berdiri bersama bagi Indonesia. Secara nasional, MKDN dilaksanakan serentak di 620 titik yang tersebar di 38 provinsi di seluruh Indonesia. Aristakus Tarigan selaku fasilitator umum JDN menyebut keserentakan ini sebagai wujud nyata kesatuan Tubuh Kristus dalam membawa bangsa dalam doa. Acara nasional di Balai Sarbini berlangsung pukul 15.00–21.00 WIB, dengan puncak acara pukul 17.30–21.00 WIB. Kegiatan ini melibatkan para pemimpin gereja, hamba Tuhan, serta pelayan pujian dari berbagai latar belakang gereja. Beberapa pemuji yang turut melayani antara lain Ps. Sidney Mohede dari JPCC Worship dengan lagu “Doa Kami”, Eldhy Victor, IFGF Praise, GKII Worship Team, Paduan Suara Bala Keselamatan, Gekari Damai Sejahtera Worship Team, dan JDN Worship Team. Ps. Edy Leo dalam kesempatan itu mengajak umat Tuhan untuk bersyukur, bertobat, berdoa, dan bersatu sebagai Tubuh Kristus, serta mendeklarasikan iman atas Indonesia. Semangat MKDN juga diwujudkan melalui program “Indonesia Menyembah 5” yang mendorong gereja-gereja di berbagai kota membangun mezbah doa dan penyembahan bagi bangsa. “Mari kita tangkap momentumnya, bangkitkan para pendoa, satukan Gereja, dan berdiri bagi Indonesia,” tegas Aristakus Tarigan. Dalam puncak acara, para pimpinan dan tokoh gereja juga mendeklarasikan pentingnya kesatuan Tubuh Kristus sebagai landasan membawa Indonesia ke arah pemulihan dan kebangkitan. LR
