Reportase Jakarta.com, Jakarta Utara.ย Sekilas, Dzakiyyah Rafifah selayaknya anak seusia sekolah dasar lainnya. Keseharian diisi dengan beragam aktifitas sekolah yang saat ini dilakoninya melalui daring (dalam jaringan).
Disisi lain, Rafifah ternyata memiliki kebiasaan membaca buku yang dilakukannya sejak usia lima tahun lalu. Hingga pada usianya saat ini, siswi kelas VI Sekolah Dasar Negeri (SDN) Rawa Badak Utara 01 Pagi ini mampu membaca dua hingga tiga buku dalam dua minggu.
โSejak usia lima tahun, Rafifah sudah bisa membaca. Saat itu dia sangat suka dengan buku-buku yang bergambar,โ kata Umi Kulsum, Ibunda Dzakiyyah (47) saat dikonfirmasi, Selasa (24/8).
Umi yang juga gemar membaca buku itu pun perlahan mengajak Rafifah berkunjung ke Perpustakaan Umum yang dikelola Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Administrasi Jakarta Utara, yang berlokasi di Jalan Logistik Nomor 3, RT03 RW 04, Kelurahan Tugu Selatan, Koja.
Bukannya suntuk, Rafifah jusru senang melihat deretan rak buku di sana. Umi membebaskannya memilih dan meminjam buku seusianya melalui kartu keanggotaan pustakawan.
โKalau ke perpustakaan, dia baca buku di sana tapi pulangnya pinjam buku yang lain. Di rumah dia sanggup membaca dua sampai tiga buku selama dua minggu,โ jelasnya.
Umi menyebut, wawasan Rafifah melesat melalui hobi membaca buku. Tidak hanya sekadar membaca buku fiksi, buku non fiksi seperti pengetahuan umum yang mengundang pertanyaan dibenaknya kerap dibacanya.
โBiasanya kan anak ada saja yang ditanyakan ke orang tuanya. Saya mengarahkan coba baca buku itu untuk tahu jawaban bersumber. Nah dari situ dia mulai menggali informasi yang diinginkannya dari buku, seperti buku-buku pengetahuan umum, penemuan-penemuan, dan lain sebagainya,โ jelasnya.
Begitu pun soal akademik di sekolah, Rafifah bukan sekadar penghafal belaka namun mampu memahami materi. Tak ayal materi yang disampaikan guru di sekolah kembali digalinya melalui buku yang dipinjam.
โKalau soal nilai akademik, Rafifah paling menonjol di pelajaran Bahasa Indonesia dan IPA (Ilmu Pengetahuan Alam),โ ungkapnya
Dari kegemarannya membaca buku, Umi melihat ada potensi mendongeng dari anak keduanya itu, Rafifah. Umi kerap memintanya menceritakan ulang apa yang telah dibaca. Meski mulanya tertatih, lama-kelamaan dia mulai piawai mendongeng.
โAwalnya saya minta dia ceritakan ulang apa yang dia baca, terutama buku hikayat dan dongeng, eh ternyata bisa juga. Dari situ saya latih terus-menerus sampai sekarang dia sudah mulai menguasai,โ paparnya.
Potensi itu diasah melalui ajang Lomba Bertutur Sekolah Dasar (SD) atau Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang diselenggarakan Perpustakaan Nasional (Purpusnas) secara berjenjang sejak Rafifah menginjak usia sembilan tahun. Diawali dari tingkat Kota Administrasi Jakarta Utara, dia mampu menyabet juara III tingkat DKI Jakarta pada Tahun 2019.
Begitu pun pada tahun berikutnya, prestasi Rafifah di perlombaan yang sama meningkat menjadi juara II dan baru-baru ini dia memenangkan juara I tingkat DKI Jakarta. Rafifah kini sedang mempersiapkan diri mengikuti perlombaan serupa untuk tingkat nasional.
โPotensi ini secara otodidak, tidak ada les khusus. Untuk persiapan lomba di tingkat nasional, Rafifah didukung kakak-kakak dari Sudin Perpustakaan Kota Administrasi Jakarta Utara. Mereka memberi masukan bagaimana artikulasi, intonasi dan mimik saat mendongeng. Termasuk juga diberi masukan dari pendongeng, Kak Palupi,โ tandasnya.
Rafifah tak akan menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Kerja keras dipersiapkan demi memenangkan lomba dan mengharumkan Provinsi DKI Jakarta di tingkat nasional.
โSaya ingin kembali berprestasi di tingkat nasional. Saya akan bekerja keras, giat belajar dan pantang menyerah,” tutup Rafifah.
(Win).