Jawa Barat _ Upaya meningkatkan kualitas dan daya saing atlet Muaythai Jawa Barat memasuki babak baru. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Sekretaris Umum Pengprov Muaythai Indonesia (MI) Jawa Barat sekaligus Manager Donting Management, Tine Yowargana,—akrab disapa Teh Tine, dalam wawancara terbaru bersama penulis pada Rabu (11-02-2026).
Dalam perbincangan tersebut, Teh Tine mengungkap latar belakang berdirinya Donting Management yang tidak bisa dilepaskan dari peran sentral tokoh Muaythai Jawa Barat, Abu Evi Silviadi.
⸻
Sosok Abu Evi Silviadi: Tokoh Adat dan Penggerak Muaythai
Di Jawa Barat, terdapat Lembaga Adat Karatuan Galuh Pakuan, yang dipimpin oleh seorang raja yang bernama Abu Evi Silviadi. Beliau tidak hanya memegang peran sebagai tokoh adat, tetapi juga menjabat sebagai Ketua Umum Pengprov Muaythai Indonesia Jawa Barat.
Di kalangan Muaythai nasional, Beliau dikenal sebagai salah satu pendiri sekaligus tokoh yang dihormati dalam perkembangan Muaythai Indonesia. Kiprahnya tak hanya administratif, tetapi juga strategis dalam pembinaan dan pengembangan atlet.
⸻
Lahirnya Donting Management
Pada akhir 2024, Abu Evi Silviadi memberikan mandat kepada Teh Tine untuk mendirikan Donting Management. Langkah ini diambil sebagai respons atas kondisi atlet elit Jawa Barat, khususnya para peraih medali PON Aceh–Sumut 2024, yang dinilai telah mencapai level kompetitif tinggi di dalam negeri.
Menurut Teh Tine, tantangan utama yang dihadapi para atlet elit tersebut adalah keterbatasan lawan tanding berkualitas di Indonesia.“Di level tertentu, sparring partner yang sepadan sudah sangat sedikit, bahkan hampir tidak ada,” ungkapnya. Situasi inilah yang mendorong lahirnya Donting Management sebagai wadah pengembangan lanjutan, khususnya dalam aspek: • Peningkatan kualitas pelatihan
• Eksposur internasional
• Penguatan mental dan pengalaman tanding global ⸻ Thailand Jadi Destinasi Awal Pengembangan Sebagai langkah konkret, pada April 2025, rombongan pertama tim Donting Management diberangkatkan ke Thailand—negara yang dikenal sebagai kiblat Muaythai dunia. Program tersebut tidak hanya berfokus pada pelatihan intensif di kamp-kamp elite Thailand, tetapi juga membuka peluang untuk:
• Mencari pertandingan internasional
• Mengasah adaptasi teknik dan tempo bertarung global
• Mengukur standar kemampuan atlet di level internasional Langkah ini menjadi fase awal pengembangan lanjutan bagi atlet elit Jawa Barat agar tidak stagnan di level nasional. ⸻ Bukan Manajemen Komersial Teh Tine menegaskan bahwa Donting Management berbeda dari manajemen atlet pada umumnya. Lembaga ini bukan manajemen komersial yang mengambil persentase bayaran atlet sebagai pembagian hasil usaha. Fokus utama Donting Management adalah:
• Pembinaan jangka panjang
• Peningkatan kualitas performa
• Pengembangan karier atlet secara profesional dan berkelanjutan “Kita bukan management atlet yang komersil dengan memotong bayaran atlet sebagai pembagian hasil usaha,” tegasnya. ⸻ Menuju Standar Dunia Dengan pendekatan terstruktur dan visi pengembangan internasional, Donting Management diharapkan menjadi model pembinaan atlet elit berbasis kualitas, bukan sekadar kompetisi domestik. Langkah Jawa Barat ini sekaligus menjadi sinyal bahwa pembinaan Muaythai Indonesia mulai bergerak ke arah standar global. (Arisyi).
