Reportasejakarta.com-DKI Jakarta. Melalui Program Integritas Pemberdayaan Peran Bantuan Keluarga (IP2BK), YBM BRI aktif turut mencegah dan melawan pandemi covid-19 dengan memberikan bantuan paket kesehatan. Kegiatan berlangsung di Kantor RW 014 yang beralamat di Gang Lontar Jalan jati Bunder RT 010 RW 014 Kelurahan Kebon Melati Kecamatan Tanah Abang Kota Administrasi Jakarta Pusat pada Minggu (22/11/2020).

Kegiatan tersebut berlangsung dengan memperhatikan protokol kesehatan dan dengan melakukan 3 M yaitu : Mencuci tangan, Memakai masker dan Menjaga jarak. Paket kesehatan yang diberikan juga tidak jauh dari upaya pencegahan penularan pandemi covid-19 yang cukup lengkap terdiri atas 1 derigen cairan disinfektan, hand sanitizer ukuran botol jumbo, sabun cair, pasta gigi, handshop, daging ayam, telor 1 kg, buah-buahan pisang dan anggur, minyak kayu putih, susu, madu, vitamin dan lain-lain.

Pemilihan Gang Lontar sebagai pilot project diberikan supporting bantuan yang terintegritas secara ekonomi, pendidikan dan kesehatan karena daerah tersebut dinilai sangat membutuhkan. Bukan saja diberikan bantuan tetapi ada proses pendampingan yang dilakukan bagi ke 20 keluarga yang disupport.

Dalam bentuk ekonomi keluarga, setiap keluarga di awal program diberikan modal dan invenstasi sesuai kebutuhan masing-masing peserta. Bantuan itu bertujuan untuk meningkatkan penghasilan tambahan dalam usaha dagang mereka, dan ini harus memastikan putra-putri mereka bersekolah. Putra-putri yang bersekolah mendapat support pendidikan dari jenjang SD sebesar Rp 150.000.- per bulan, jenjang SMP Rp. 200.000.-, per bulan jenjang SMA 250.000.- dan jenjang Perguruan Tinggi sebesar Rp 500.000.-per bulan

Bahkan yang luar biasa lagi adalah jika dalam satu keluarga memiliki tiga anak dengan jenjang berbeda maka putra-putri dari keluarga tersebut akan disupport semua dengan biaya pendidikan. Misalkan satu keluarga memiliki anak yang bersekolah di jenjang SD, SMA dan Perguruan Tinggi maka mereka akan mendapat support bantuan pendidikan dari YBM BRI sebesar Rp 150.000.-, untuk jenjang SD, Rp 250.000.- untuk jenjang SMA dan Rp 500.000.-untuk jenjang Perguruan Tinggi.

Sementara itu di program bantuan dana kesehatan diberikan setiap bulan senilai Rp. 210.000.- dan keluarga yang belum memiliki BPJS diberikan dana untuk membayar iuran BPJS keluarga mereka.

Salah satu anak asuh bernama Febriani (18) kini sudah berkuliah di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) Jurusan Psikologi. Ia menyatakan mendapat manfaat besar dengan mengikuti program YBM BRI, sehingga ia kini dapat melanjutkan pendidikan di jenjang perguruan tinggi, Febriani mengungkapkan, “Kiranya YBM BRI semakin maju dan semakin banyak yang dibantu, jika saya telah berhasil dalam pendidikan saya juga akan membantu masyarakat yang susah,” ungkapnya.

Febriani sangat berterima kasih kepada YBM BRI karena sejak Kelas XII SMA ia mendapatkan bantuan biaya pendidikan.

Ditemui di sela-sela pembagian bantuan kesehatan itu perwakilan keluarga yang diabtnu juga memberikan komentar terkait program IP2BK yang digelontrokan YBM BRI. Ibu Nasiha menyatakan, “Alhamdulilah YBM BRI kegiatan sangat banyak ada pengajian setiap hari Rabu, senam setiap hari Minggu, ada juga seminar,” ujarnya.

Nasiha mengungkapkan dia bersyukur karena dua putranya disupport sehingga satu di antaranya sudah menuntaskan pendidikan SMA nya.

“Sekarang anak saya Kelas V yang dibantu, bahkan keluarga saya sudah mengikuti program ini selama 3 tahun saya dibantu. Banyak pengalaman, ilmu yang saya dan keluarga lainnya dapatkan. Kami yang tadinya tidak tahu menjadi tahu,” ungkap Nasiha.

Mereka juga menyampaikan bahwa YBM BRI begitu peduli, saat mereka menjadi korban banjir bantuan segera diturunkan bukan saja kepada anggota tetapi kepada semua warga di sekitar wilayah kami kembali Nasiha menegaskan. Dan sejak pandemi covid-19 melanda telah diturunkan petugas untuk melakukan penyemprotan disinfektan.

Sementara keluarga yang lain yaitu Rohmah juga turut menyampaikan, “ Kami menerima Bantuan kesehatan ini setahun dua kali, yang tiap bulan dana pendidikan. Anak saya yang sekolah di SD mendapatkan bantuan tiap bulan Rp 150.000.-,” ujarnya.

Harapan mereka agar progam YBM BRI tetap berjalan, lebih baik lagi dan dilanjutkan terus.

Program YBM BRI ini di Sentra Gang Lontar RW 014 Kelurahan Kebon melati Kecamatan Tanah Abang Kota Administrasi Jakarta Pusat ini sudah memasuki tahun ketiga dalam pelayanannya dan di Jakarta baru di Sentra Gang Lontar tersebut selain daerah lain di seluruh Indonesia yang perlu mendapatkan supporting.

Dalam penjelasana Pendamping YBM BRI Hj. Maemunah, M.Si menyampaikan, “Untuk saat ini YBM BRI belum merencanakan untuk mencari daerah lain. Kami fokus dulu di Gng Lontar ini. Dan bukan semata bantuan yang diberikan tetapi juga pembinaan yang berkesinambungan dilakukan khusus dalam hal membuka pola pikir para keluarga dalam menjalankan usaha. Mereka diberikan penambahan wawasan, mereka diarahkan untuk mengikuti kegiatan seminar-seminar. Sehingga bukan anak-anak mereka saja yang pintar tetapi ayah dan ibu mereja mendapatkan ilmu yang bermanfaat yang dapat dipakai di masa depan.

“Dalam mengikuti kegiatan BPOM misalnya mereka diajarkan tata cara mengolah makanan dan bagaimana kehalalan produk makanan minuman yang dijual serta menata dengan memperhatikan kesehatan, menata label dalam mengembangkan usaha UMKM,” ungkap Hj. Maemunah.

“Sistem pemberian bantuan ekonomi dilakukan di saat awal organisasi ini dibentuk dengan mendata dan menganalisa keluarga yang perlu dibantu, secara ekonomi dalam membuka usaha dengan catatan harus memiliki usaha dan anak yang bersekolah. Sebab jika ekonomi keluarga dibangun tetapi pendidikan anak-anak tidak jalan maka hal ini akan sia-sia,” tegas Hj. Maemunah

Program keaagamaan diberikan seminggu sekali dengan memanggil guru ngaji dan para ibu yang belum pandai mengaji diajarkan bagaimana mengaji selain itu ada juga program kegiatan senam yang dilakukan seminggu sekali.

Agar program ini tidak terlepas begitu saja dan ada kontuinitsnya maka pada muaranya di Sentra Gang Lontar ini akan dibentuk satu koperasi. Mengapa dipilih hanya 20 keluarga yang dibantu karena sejumlah itulah syarat untuk dapat membentuk koperasi primer.

Sehingga bantuan yang diberikan mulai dari bantuan ekonomi, pendidikan, kesehatan dan religi dapat berjalan terintegritas dan dapat membangun suatu keluarga yang tangguh sehingga akhirnya dapat melahirkan keluarga atau generasi yang tangguh bagi kejayaan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia).

Reporter : Sarwini

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *