Reportase Jakarta.com, 23/3/2021 Jakarta Utara, DKI Jakarta – Dengan terpilihnya Kepala Kepolisian yang baru Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo yang ingin mewujudkan Polri yang PRESISI yang merupakan kepanjangan dari PREdiksi, responSILBILITAS dan transparanSI berkeadilan kembali tercoreng.

Tercoreng karena terjadi kembali arogansi oknum Polisi Airud Cilincing yang bernama Slamet terhadap masyarakat yang bernama Ajit dan kawan-kawan. Peristiwa yang mencoreng citra Polri itu terjadi pada, Senin (22/03/2021) di Cafe Stadium Kojem (Kolong jembatan) Cilincing, Jakarta Utara.

Saat Ajit dan kawan-kawan menikmati musik dari jam 1.00 – 3.30. Menurut Ajit keributan terjadi pada pukul 4.15 WIB. Keributan terjadi terpicu karena kawannya yang asyik berjoget saling bersenggolan dengan kawan-kawan pelaku.

Saat Slamet masuk ke lokasi dimana kawan-kawannya tersenggol, Slamet langsung masuk dan memukul kawan Ajid yang bernama Simon. Simon yang berdekatan dengan kawannya yang bernama Tole melerai sambil bekata, “Sudah bang, sudang bang, ini kawan saya,” ujarnya. Saat itu Tole juga terkena sasaran pemukulan oleh Slamet.

Ajid yang saat itu ada di lokasi tak luput dari sasaran Slamet. Bahkan Slamet mengeluarkan pistol dan menodongkan pistol kepada Ajid dan kawan-kawan. Ajid yang saat itu duduk dan hanya minum air mineral mengatakan, “Sudah bang kita happy saja ini temen-temen saya,” uangkapnya. Slamet saat itu menarik baju Ajid hingga robek, Ajit berontak. Slamet mengeluarkan kata-kata, “Lu sebagai apa di sini?” bernada geram. Ajid menimpali, “Saya di sini sebagai tamu saja dan ga usah ribut,” tuturnya. Tiba-tiba Slamet dan Yusuf yang juga oknum Polisi Airud Cilincing itu memukul Ajit.

Slamet dan Yusuf yang dalam keadaan sadar meski mengkonsumsi minuman keras sudah dua kali pindah cafe yaitu cafe 27 lalu pindah ke cafe Stadium. Setelah baku hantam terjadi dimana Ajit dan dua kawanya mengalami pengroyokan oleh Slamet dan kawan-kawannya.

Perlawanan Ajit dan dua kawannya membuat Slamet dan kawan-kawannya merasa terancam hingga Slamet dan kawan-kawan mengeluarkan senjata api menodongkan senjata api dan berkata kepada Rustam dan Ajit, “Duduk kamu duduk,” ujar Slamet.

Ajit menderita luka yang cukup serius akibat pemukulan yang dilakukan oleh Slamet cs yang diduga jug menggunakan senjata api. Bahkan Ajit sempat berucar, “Jika mau tembak, tembak saja,” dan ditanggapi Slamet, “Oh begitu cara lu?” Lalu Ajit dan kawan-kawan keluar menunggu di luar.

Ajit dan kawan-kawan menunggu satu jam di luar cafe menanti niat baik baik Slamet dan kawan-kawan. Ajit menjaga kawan-kawan agar jangan masuk ke dalam cafe. Buser Polsek Cilincing pun sudah ada di lokasi. Slamet dan kawan-kawan keluar dari cafe dan saat itu mereka disergap Ajit dan kawan kawan diserahkan kepada buser yang sudah ada saat itu.

Ajit pun turut dibawa ke Polsek Cilincing sebelum di bawa ke Rumah Sakit untuk mendapatkan visum dan mendapatkan 6 jahitan pada kedua luka di wajahnya.

Ajit selaku korban arogansi anggota polisi airud itu berharap, “Aparat dipecat atau ditindak karena terlalu arogan bukannya melerai malah memicu keributan, terlebih di masa pandemi. Malah nampak pembiaran pelanggaran prokes” paparnya.

Sampai berita ini diturunkan baik Kapolsek Cilincing maupun penyidik yang hendak diemui terkesan menolak

Reporter : Sarwini

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *