Exclusive

Reportasejakarta.com — Jakarta, Dalam paparannya Ketua Umum Korps Menwa Jayakarta, Dr.Capt. Datep Purwa Saputra, S.Sos di Seminar Persaudaraan Relawan Indonesia (PERI), acara yang digelar bagi masyarakat awam di Cafe BTW Jalan Cipinang Jaya, Jakarta Timur, Peran Serta Masyarakat Dalam Bela Negara di Era Digital. Sabtu (22/5/2021).

Seperti materi yang dikutip dalam naskah yang dipaparkan dari Presiden Joko Widodo terkait Bela Negara,” Di zaman sekarang tidak cukup membela negara hanya dengan orasi dan mengumpulkan massa. Membela negara harus dilakukan dalam berbagai bentuk kerja nyata,”

“Kita harus selalu jaga Pancasila, jaga NKRI, dan memastikan nilai – nilai Pancasila terus diterapkan dalam kehidupan berbangsa kita sehari – hari. Jangan sampai ideologi impor menggeser Pancasila yang pada akhirnya mengoyak NKRI, mengoyak Merah Putih,”

Bentuk ancaman ini (aktual dan potensial) bersifat dinamis, berubah dari waktu ke waktu.

Datep memaparkan bahwa,  ancaman (Aktual & Potensial) itu menyangkut Keamanan Nasional. Ada 7 poin yang terpenting yang harus diperhatikan, yaitu :

1. Karakteristik ancaman saat ini dominan internal (dalam negeri), non – militer, multidimensi, dan ketidakpastian.

2. Ancaman (Aktual – Potensial): Separatisme; Terorisme; Radikalisme; Pencurian SKA; Narkoba; Pandemik C19; Bencana Alam; Krisis Ekonomi; Ipoleksosbud; Konflik Komunal & SARA; Cyber; dan Pencemaran lingkungan).

3. Kemajuan Teknologi (pesat): Informasi, Komunikasi, Transfortasi Kedaulatan Teknologi.

4. Dampak pergeseran Geopolitik — Geoekonomi.

5. Proses Demokrasi, HAM dan Lingkungan Hidup.

6. Krisis: Kesehatan (C19) VS Ekonomi (Growth vs Equity).

7. Politik Identitas —  Instrumen politik untuk tujuan tertentu.

Dr. Capt. Datep Purwa Saputra, S.Sos, MM yang juga sebagai Wadir I PPs Universitas Jayabaya mengatakan bahwa, pemerintah melakukan pembangunan Indonesia tersentral dan meningkatkan kualitas SDM Indonesia yang memasuki Era Digital, bahwa ancaman Bela Negara banyak bermunculan. Kemajuan teknologi memudahkan semua orang mengakses, membuat dan menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya (hoax).

“Hal ini membuat setiap warga negara harus mempunyai kesadaran Bela Negara dengan mengenal bahaya — bahaya yang menganggu stabilitas Negara melalui Media Digitalisasi,”terang Datep.

“Seminar ini bisa dipahami dan diinformasikan mengenai Bela Negara dan bisa dibagikan ke keluarga, lingkungan sekitar dan masih banyak lagi, di Era Milennial ini diinformasikan yang baik dan benar kepada semua pihak, Ormas, LSM, Sukarelawan dan diharapkan juga mendukung pemerintah, siap menjadi pembela dan selalu mengamankan Negara kita,” lanjut Datep.

Adapun untuk ikut serta secara sukarela menjadi Komponen Cadangan (Komcad) melalui seleksi, sesuai ketentuannya yaitu warganegara yang telah berusia 18 s/d 35 tahun,” tutup Datep.

 

(Larty).

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *