Reportasejakarta.com–Jakarta, Kodam Jaya menggelar Komunikasi Sosial (Komsos) dengan para sejumlah komponen masyarakat yakni, Alumni Menwa DKI Jakarta, Gerakan Peduli Anti Narkoba (GPAN), Pemuda Pancasila DKI Jakarta, FKPPI, KNPI, FORKABI, Banser, FBR, Maluku Satu Rasa,  Komunitas Pengamen Jalanan, Kawan Srimulat.

Adapun pertemuan ini membahas tema “Merajut Persatuan dan Kesatuan Bangsa ditengah Pandemi Covid-19”, yang digelar di Aula Sudirman Makodam Jaya, Jakarta Pusat,  Selasa (25/05).

Pantauan di lokasi terlihat hadir dalam acara Komsus tersebut, Kolonel Inf Uyat, S.I.P, Aster Kasdam Jaya/Jayakarta, Dr. Datep Purwa Saputara S.Sos., MM Ketua IARMI/KoMenwa Jayakarta, Brigjend Pol  (Pur) Drs. Siswandi Ketua GPAN beserta para 50 undangan lainnya.

Dalam kegitan tersebut Kolonel Inf Uyat, S.I.P, Aster Kasdam Jaya/Jayakarta mengungkapkan mengenai kontek pertahanan negara, yang berlandaskan pada UUD 45 pasal 27 ayat 3. Adapun dalam pasal tersebut bela negara adalah kewajiban seluruh warga negara Indonesia.

Terkait hal tersebut Dr. Capt. Datep Purwa Saputara S.Sos., MM. Ketua Umum KoMenwa Jayakarta, menambahkan, dapat diperjelas lagi di pasal 30 ayat 1 dalam rangka pertahanan negara, menjadi kewajiban setiap warga negara Indonesia.

” Dengan adanya undang – undang ini posisi warga negara berhak dan punya kewajiban dalam rangka bela negara baik sebagai pelaksana fungsi pertahanan ataupun melaksanakan fungsi keamanan,” kata Datep.

Lanjutnya Ia mengatakan, bahwa sekarang ada UU No. 23 tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara. Adapun di poin pertahanan negara ada 3 (tiga) komponen di UU No.3 tahun 2002 diatur bahwa yang berperan yakni, komponen utama TNI, komponen cadangan dan komponen pendukung.

” Siapa komponen pendukung dan cadangan
itu akan diperjelas didalam undang- undang
no. 23 tahun 2019 dan PP no.3 tahun 2001,” ujar Datep.

“Ini memang baru dan Direktorat Pertahanan sedang mempersiapkan ini, bagaimana merekrut atau melaksanakan kegiatan pelaksanaan pertahanan negara. Kalau melihat dari tiga unsur komponen, TNI sudah jelas tapi bagaimana keikut sertaan warga negata dalam rangka bela negara, ” ungkap Datep.

Selain itu Ia juga membahas kejahatan dunia maya (cyber crime) berkaitan dengan soal literasi digital. Hal ini menjadi salah satu peran bela negara untuk menangkal.

” Walaupun sekarang sudah memiliki teknologi yang luar biasa, dan polisi semua sudah memiliki alat untuk bisa menditeksi hal itu dari mana sumbernya. Tapi kenyataan (yang melakukan) banyak anak – anak muda yang masih dibawah umur, dikarenakan adanya kejenuhan apalagi diera pandemi covid saat ini,” tuturnya.

” Maka dari itu perlunya saring sebelum sharing,” ujar Datep.

Sementara itu, peserta Komsos lainnya, Brigjend Pol  (Pur) Drs. Siswandi Ketua Gerakan Peduli Anti Narkoba (GPAN) menerangkan soal narkoba dan penanganan dalam lingkungan masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut ditutup dengan penyerahan penyampaian kesan pesan artis mantan pengguna narkoba yakni, Polo dan Tessi yang juga saat ini anggota dari Gerakan Peduli Anti Narkoba.

(Larty).

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *