ERI Reporter

Reportasejakarta.com — Aceh Amiruddin atau akrab disapa “Bang Amir” (lahir di Tanjong, 5 Juli 1969). Bagi para kaum petani, petambak, dan masyarakat kecil di pantai Barat, Provinsi Aceh mungkin tidak asing lagi dengan nama Bang Amir. Anak dari Desa itu, kini menjadi Ketua menahkodai Partai Rakyat Adil Makmur (PRIMA)-Aceh.

Sebelum menjadi Ketua Dewan Partai PRIMA-Aceh, Bang Amir telah banyak mengukir segudang prestasi. Lulusan D3 Universitas Syiah Kuala pada tahun 1993 itu, pernah meriahkan penghargaan Venna Event Management kategori Best Winner Indonesia Excelent Quality Award “The Most Trusted Company Of The Year 2020” lalu.

Kemudian, Ia juga aktif dalam gerakan sosial bagi para petani, peternak, serta lembaga amal dari ilmu yang dimiliki untuk di dedikasikan bagi kaum masyarakat kecil, sehingga dirinya mampu membangkitkan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk lebih produktif.

Bapak Petani Aceh
Bang Amir merupakan Insiator sebuah organisasi sosial yang dinamakan Rumah Tani Amiruddin (RTA). Tugasnya, melakukan pendampingan terhadap petani, serta menyediakan teknologi produksi, teknologi air dan profesional ahli secara gratis.

Selain itu, RTA juga aktif dalam kampanye penggunaan pupuk organik dan juga memproduksi pupuk organik untuk masyarakat tani. Hal itu telah dilakukan Bang Amir dari tahun 2019 lalu hingga saat ini tetap membuat aksi sosial yang juga disebut sebagai ‘Bapaknya para Petani di pantai barat Aceh”.

Kemudian, Bang Amir mendirikan Gerakan dalam perkembangan pertanian. Gerakan itu digagasnya akibat keresahan bagi para masyarakat kecil yang sebagian besar sebagai petani dengan maraknya arus import komoditi pangan di Aceh. Contohnya seperti bawang.

Saat ini, bawang sudah menjadi komoditi pertanian baru khususnya di Aceh Barat, ‘Gerakan tanam bawang’ yang disuarakan pada tahun 2020. Kini, telah menggugah kesadaran masyarakat untuk mengembangkan bawang dari segala jenis, juga memiliki target sebagai penghasil bawang terbesar di pulau Sumatera.

Ia juga menyerukan ‘Gerakan Tanam Padi 3 Kali Setahun’ memberi solusi perairan di persawahan yang selama ini selalu mengandalkan tadah hujan. Gerakan ini memperkenalkan teknologi pompanisasi canggih untuk menunjang produksi padi, sehingga para petani bisa hidup sejahtera.

Peternakan
Tak hanya itu, ia juga Gerakan Budidaya Udang Vanname diserukan sejak tahun 2017, gagasan tersebut muncul akibat rendahnya pemanfaatan lahan pesisir untuk pengembangan ekonomi Pasca Tsunami Aceh tahun 2004, rekonstruksi fisik berjalan mulus. Hal itu berbanding terbalik dengan perkembangan ekonomi. Lahan sebagian besar terbengkalai.

Gerakan Budidaya Udang Vannamei mengajak para pembisnis untuk berkolaborasi dengan masyarakat menyongsong konsep ‘Kemitraan’. Sehingga, optimalisasi lahan tercapai untuk dapat dimanfaatkan bagi para peternak.

Selain itu, “Bang Amir” menyiapkan konsep budidaya udang dengan modal rendah dengan berbasis “Home Industri” yakni memanfaatkan kolam terpal bioflog dengan dukungan teknologi micro buble atau Blower yang diharapkan dapat mampu membangun ekonomi masyarakat pesisir yang dikomandokan oleh “Panglima Laot” dan masyarakat tambak.

Bukan hanya udang, tetapi juga Ikan yang dinamakan “Limbek Aceh Farm” Sebuah Hacthery dan Peternakan ikan Lokal Aceh. Bertujuan untuk menjaga dan melestarikan varietas ikan lokal Aceh yang mulai sulit ditemukan di alam liar.

Bang Amir, Pada tahun 2020, telah konsisten secara pribadi demi membantu masyarakat yang kurang mampu. Beliau fokus pada pemberdayaan ekonomi dan pendidikan masyarakat prasejahtera.

Dalam hal ini, sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah Partai Rakyat Adil Makmur (DPW PRIMA Aceh) mengungkapkan Aceh butuh orang yang peduli terhadap sesama dalam konteks kemajuan, demi menyambut peradaban yang begitu cepat saat ini.

Konstelasi ini tentu menjadi perhatian bagi kami, Aceh tidak boleh tertinggal dan miskin rakyatnya dari provinsi lain di Indonesia. Kami menawarkan kolaborasi masyarakat dalam membangun Ekonomi demi kesejahteraan bagi kita semua.

(ERI)

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *