EXCLUSIVEReportasejakarta.com — Jakarta, (8 September 2021). Dalam rangka Silaturahmi Perkenalan dan Pengarahan Pendiri serta Rapat pengurus dalam struktural FSBDPSI di DPP FSBDSI Jalan Musyawarah, Kebon Jeruk Jakarta Barat. Perkenalan dan pengarahan pendiri serta rapat pengurus Federasi Serikat Buruh Demokrasi Perjuangan Seluruh Indonesia dan pengukuhan dari para pengurus ini, sekaligus menyusun data-data pengurus yang dimeteraikan sebagai pengurus dalam struktural organisasi secara demokrasi langsung hari ini.
Wati Mongou. Sos selaku Sekjen MPBNKFSBDSI dalam kata sambutannya mengucapkan “Selamat” kepada Fahri Lubis sebagai ketua terpilih dan organisasi FSBDPSI atas terbentuknya kepengurusan semoga amanah dan tetap berpedoman kepada AD/ART organisasi FSBDPSI dalam Juklak yang telah ditetapkan.
Selanjutnya paparan dari Prof. DR Abdul Asiz Riambo, SH. MBA, PhD, PsD, LMD sebagai pendiri dari Presiden MPBNKSBDSI, Riambo mengatakan bahwa ada 8 konvensi ILO yang telah di ratifikasi oleh Pemerintah Indonesia setelah Presiden Soeharto, intinya ada 8 dasar-dasar konvensi ILO tentang Protection Human Right, termasuk Protection Woman and Child berdasarkan itu,”terangnya.
“Kita berjuang bukan oposisi”, bukan suatu memperingatkan, tapi ini solusi dalam aturan yang tepat perjalanannya, “ini ada UU nya pak” tidak usah berteriak-teriak dijalanan…”ngakkk perlu”, Seperti UU Omnibuslaw/UU nya konvensi ILO.
Sayalah yang dari awal menolak Amandemen UUD’45…posisi kita harus netral dan baik.. “ingat baik-baik, karena kita Bhinneka Tunggal Ika, Federasi Serikat Buruh yang saya dirikan ada satu komitmen, “tidak boleh turun kejalan teriak-teriakkk…” ingat dasar hukum kita disini adalah perdamaian…” tegas Riambo.
Jadi FSBDPSI disini memperjuangkan hak dan menjauhkan yang batil…yang zolim, Deklarasi DPKNRI tanggal 26 Januari 2014. “Jadilah pengurus yang baik, oleh karena itu saya minta kepada kalian Federasi ini namanya Perjuangan, “berjuanglah dengan baik, jangan jadi kutu loncat atau bajing loncat, perjuangan buruh terbebani dengan syarat three partit…jadi ini Serikat Buruh bukan partai politik, bukan NGO bukan Orgi keagamaan,” ingat baik-baik ya”, jelas Riambo.
Riambo juga mengingatkan lagi dalam sambutannya,” Jadilah Independen,”tapi kita mitra pemerintah, sebagai kontrol sosial dibidang Ekonomi, Sosial dan Budaya….ini tugas kita, di Hubungan Industrial…pemahaman bargainning, diplomatik untuk saling menyenangkan, jangan buat kecewa atau tersinggung”itulah kewajiban kita, tegas Riambo.
Pesan Riambo kepada pengurus FSBDPSI…Jadi Fahri pengurus ini harus valid, susunlah pengurusmu draf dan serhakan kepada bu Sekjen biar dibuatkan SK nya, jadi harus berjuang….keadilan bisa dibeli….kebenaran tidak bisa dibeli,” pesan Riambo sebagai Presiden Konfederasi MPBNKSBDSI.
Ketika diwawancarai awak media dari Reportasejakarta.com Fahri Lubis mengatakan bahwa sebagai Ketua FSBSBDPSI tahun 2021-2026, siap mengemban tugas menjalankan visi dan misi dari buruh memperjuangkan buruh, tugas dan tanggungjawab dalam kepengurusannya. Melanjutkan dan membuat program kerja dan akan selalu memperhatikan segala arahan dari bapak Professor Abdul Asiz sebagai pengurus berdasarkan kebersamaan memberikan pengarahan kepada anggotanya. Sebagai pengurus priode 2021-2026 akan bekerjasama dengan pengurusnya dalam mengemban tugas dan tanggungjawab sebagai ketua, tandasnya.
Acara dilanjutkan dengan ramah tamah serta mematuhi prokes C19.
#ProfAsizRiambo#ย ย #KetuaMPBNKSBDSI#ย ย ย #SekjenWatiMogouSos#ย #FahriLubis#ย ย ย #FSBDPSI#ย #Reportasejakarta#
(Red/Larty).