REPORTASEย JAKARTAJAKARTA — Kementerian Agama RI bersama para Guru Besar Teologi Kristen meresmikan Forum Dewan Guru Besar Teologi Kristen Indonesia (FDGBTKI) dalam Simposium Guru Besar Teologi Kristen di Jakarta, Selasa 19 Mei 2026. Forum ini dibentuk untuk memperkuat sinergi pemerintah, akademisi, dan perguruan tinggi keagamaan Kristen dalam mendorong peningkatan mutu pendidikan tinggi Kristen di Indonesia.
Simposium yang digelar di Ruang Pertemuan DBK Kementerian Agama RI itu dihadiri 145 peserta luring dan 438 peserta daring dari pimpinan serta dosen Perguruan Tinggi Keagamaan Kristen (PTKK) se-Indonesia. Rangkaian acara diawali makan siang bersama dan ibadah pembukaan dengan khotbah dari Pdt. Prof. Dr. John A. Titaley, Th.D. berdasarkan Pengkhotbah 5:17.
โPeningkatan mutu pendidikan tinggi Kristen bukan hanya tanggung jawab akademik, tetapi juga bagian dari panggilan spiritual dalam melayani gereja, masyarakat, dan bangsa,โ ujar Pdt. Prof. Dr. John A. Titaley dalam khotbahnya.
Sebelum simposium, forum guru besar juga melakukan audiensi dengan Menteri Agama RI Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA, didampingi Dirjen Bimas Kristen Dr. Jeane Marie Tulung, http://S.Th., http://M.Pd. Dalam pertemuan itu dibahas isu strategis seperti pengembangan mutu PTKKI, peningkatan kapasitas dosen, penguatan budaya akademik, dan kolaborasi antar institusi.
Menteri Agama menegaskan bahwa Kemenag adalah kementerian untuk semua agama yang berperan sentral menjaga harmoni dan toleransi antarumat beragama. Ia menyebut indeks kepuasan kerukunan umat beragama dimensi toleransi mencapai 88,82% pada 2025-2026 dengan kondisi sosial yang stabil dan tingkat demonstrasi rendah.
โGuru Besar Teologi memiliki peran tidak hanya sebagai ilmuwan, tetapi juga cendekiawan yang mampu memberi pencerahan moral, spiritual, dan sosial bagi masyarakat,โ kata Prof. Nasaruddin Umar dalam arahannya.
Dirjen Bimas Kristen Dr. Jeane Marie Tulung menjelaskan, FDGBTKI dibentuk sebagai wadah kolaborasi strategis dan mitra Ditjen Bimas Kristen untuk mendukung peningkatan mutu PTKKI secara berkelanjutan. Ia meresmikan forum tersebut sekaligus memberi arahan tentang percepatan mutu PTKKI.
โPercepatan peningkatan mutu PTKKI dilakukan melalui penguatan tata kelola institusi, peningkatan kualitas dosen, pengembangan penelitian, publikasi ilmiah, dan kolaborasi akademik antar perguruan tinggi,โ tegas Dr. Jeane Marie Tulung saat peresmian.
Dalam simposium, Direktur Pendidikan Kristen Dr. Suwarsono, M.M. melaporkan bahwa forum ilmiah ini penting sebagai ruang penguatan mutu akademik, kompetensi dosen, dan jejaring antar PTKKI. Ia juga membacakan susunan pengurus FDGBTKI sementara, dengan Prof. Dr. Stevri P. N. Indra Lumintang, http://D.Th., Th.D., Ph.D. sebagai Ketua.
Agenda utama simposium menghadirkan keynote speaker Prof. Dr. Abdul Mujib, http://M.Ag., http://M.Si. yang membahas โRegulasi Terkini Pengajuan Guru Besarโ. Materi itu mendapat perhatian besar karena relevan dengan upaya meningkatkan jumlah guru besar di lingkungan PTKKI.
Simposium juga menghadirkan 13 invited speakers dari Guru Besar PTKKI yang mengupas topik mulai dari penjaminan mutu, integritas guru besar, strategi publikasi jurnal Q1, hingga pengabdian masyarakat yang membumi. Diskusi berlangsung mendalam dan menyoroti kebutuhan pendekatan menyeluruh dalam pengembangan PTKKI.
Pada kesempatan yang sama, diserahkan buku โTeologi dan Kurikulum Cinta Berbeda Agama dan Kepercayaanโ karya Prof. Dr. Benyamin F. Intan, Ph.D. Buku itu diserahkan kepada Menteri Agama sebagai bentuk apresiasi atas komitmennya memperkuat moderasi beragama dan dialog lintas iman.
Melalui simposium dan peresmian FDGBTKI, diharapkan lahir semangat baru untuk membangun masa depan PTKKI yang unggul, adaptif, dan berdaya saing global tanpa kehilangan identitas spiritual serta nilai pelayanan Kristen.
(LR).