Dalam dialog, warga Cikarang Barat menyoroti 7 masalah utama:
1. *Potongan aplikasi ojek online* dinilai memberatkan pengemudi.
2. *Penerangan jalan minim* di beberapa titik rawan kriminalitas.
3. *Tawuran remaja* yang masih terjadi di lintas bawah Tambun dan Cibitung.
4. *Respon satpam MM2100* diminta diperkuat untuk pengamanan kawasan industri.
5. *Dugaan calo perekrutan kerja* dan maraknya pinjaman daring ilegal.
6. *Kebutuhan pos polisi* di wilayah jauh dari Polsek.
7. *Perkembangan perkara dugaan pembunuhan Kertamukti* serta antisipasi dini Pilkades 2026. Menanggapi maraknya penipuan, Kombes Victor Dean Mackbon mengingatkan warga agar waspada terhadap calo kerja dan debt collector nakal. “Masyarakat diimbau segera melapor jika mengalami intimidasi, penipuan, atau penagihan utang kendaraan yang tidak sesuai ketentuan. Jangan takut, lapor ke polisi,” tegasnya. *Polri-TNI Siap Tindak Lanjut*
Kegiatan yang juga dihadiri Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Metro Jaya ini berlangsung tertib dan hangat. Warga menyambut baik hadirnya Polri-TNI langsung ke lapangan. Masyarakat berharap aspirasi yang disampaikan segera ditindaklanjuti lewat sinergi polisi, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat. Tujuannya satu: Cikarang Barat yang lebih aman dan nyaman. Program Jakarta On The Spot sendiri jadi wujud komitmen Polda Metro Jaya memperkuat komunikasi dua arah dengan warga, bukan hanya di balik meja. Larty.
