REPORTASE JAKARTAJAKARTA — Dugaan keterlibatan presenter sekaligus Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, dalam pusaran kasus suap Bea Cukai dan PT Blueray Cargo dipastikan tidak berdasar. Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea yang ditunjuk sebagai kuasa hukum Raffi menegaskan kliennya murni menjadi korban fitnah.
Klarifikasi itu disampaikan Hotman bersama Raffi di kawasan Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis 11 Juni 2026. Ia menyebut semua berawal dari insiden sepele di Chicago, Amerika Serikat: sapaan dan ajakan foto bareng di depan restoran Awang Kitchen yang bersebelahan dengan kantor Blueray Cargo.
“Jadi semua ini total fitnah. Yohanes, pegawai Bea Cukai yang sempat menyebut nama Raffi, pun sudah mencabut isi Berita Acara Pemeriksaannya BAP,” ujar Hotman Paris. Pencabutan BAP itu, kata dia, mematahkan narasi yang menyebut Raffi menitipkan barang mewah seperti ponsel dan laptop.
Hotman meluruskan kronologi. Saat itu staf Blueray bernama Lili hanya meminta foto bersama Raffi di depan toko. Setelah foto, pihak tersebut sempat basa-basi menawarkan pengiriman satu unit iPhone yang belum rilis di Indonesia. “Hanya sebatas itu! Raffi tidak pernah berkunjung ke kantor Blueray, tidak ada transaksi, tidak ada penitipan barang,” tegasnya.
Pengacara flamboyan itu heran isu sekecil itu bisa membesar jadi perhatian nasional. “Faktanya sudah dijelaskan. Eh, satu Indonesia langsung goyang. Kenapa bisa gitu? Ini yang dipertanyakan,” katanya. Ia menduga ada pihak yang sengaja menggoreng obrolan ringan menjadi isu penyelundupan.
Sebelumnya nama Raffi sempat muncul dalam sidang dugaan suap importasi barang dengan terdakwa John Field di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jumat 5 Juni 2026. Saksi Sri Pangastuti alias Tuti membacakan chat WhatsApp soal permintaan kirim laptop dan iPhone atas nama Raffi. Namun Tuti juga menegaskan pihaknya menolak membantu pengurusan barang tersebut.
Pihak KPK sebelumnya juga menyatakan belum mengembangkan fakta Raffi dalam penyidikan karena belum ada bukti kuat yang mengaitkannya dengan peristiwa Blueray mengurus keimigrasian di Ditjen Bea Cukai. KPK tidak menutup kemungkinan mendalami lagi jika ada bukti baru. Untuk saat ini, Hotman menutup klarifikasi: “Kesimpulannya satu, Raffi tidak pernah berkunjung ke kantor Blueray.”
(Spry).