REPORTASE  JAKARTA

JAKARTA — Anak sekecil itu, demi satu impian Tak sempat waktu memecahkan karang Lemah jarimu, tergores batu dan duri Tapi matamu menolak untuk pulang

Dunia menuntutmu berlari sebelum bisa
Sebelum sempat belajar makna lelah
Kau angkat beban yang bukan takaranmu
Karena lapar, karena janji, karena gelisah

Karang itu keras, lebih tua dari usiamu
Tapi impianmu lebih keras dari karang
Setiap pecahan melukai telapakmu
Setiap luka jadi nama di perjalanan

Kelak orang akan tanya siapa dirimu
Bukan dari tinggi badanmu yang kecil
Tapi dari karang yang kau pecah sendirian
Dengan jari lemah, dan hati yang setegar baja.

(Larty).

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *