REPORTASE JAKARTA

PALEMBANG –– Polda Sumatera Selatan membongkar 96 kasus penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak atau BBM ilegal sepanjang Januari hingga Juli 2026. Pengungkapan besar-besaran ini disampaikan dalam konferensi pers di UPPKB Kertapati, Terminal Timbangan Kramasan, Palembang, Senin (27/7/2026).

Dalam kegiatan yang dihadiri Kodam II/Sriwijaya, Kejati, Pengadilan Tinggi, SKK Migas, dan Pertamina itu, Polda Sumsel membeberkan berhasil mengamankan lebih dari 1,26 juta liter minyak bumi ilegal dari tangan mafia migas.

Kapolda Sumsel menegaskan, penindakan ini sejalan dengan upaya mendukung Ketahanan Energi Nasional yang dicanangkan Presiden. Ia menawarkan dua pendekatan: ketegasan hukum dan solusi ekonomi.

“Ini menjadi solusi nyata bahwa yang tadinya ilegal kini bisa menjadi legal. Sesuai Permen 14 Tahun 2025, sumur rakyat dan sumur tua saat ini sudah diizinkan untuk dikelola oleh masyarakat melalui wadah Koperasi, BUMD, maupun UMKM,” jelas Kapolda.

Ia menyebut syaratnya hanya satu, yaitu sumur harus diverifikasi oleh SKK Migas dan hasilnya disalurkan resmi ke Pertamina.
“Namun bagi yang menolak solusi tersebut, aparat tidak akan segan bertindak,” tegasnya.

Dirreskrimsus Polda Sumsel memaparkan rincian hasil operasi. Jajaran Polda bersama Polres se-Sumsel telah menangani 96 Laporan Polisi dengan 129 tersangka.

Total barang bukti BBM ilegal yang berhasil disita mencapai 1.261.864 liter,” ungkap Dirreskrimsus.

Dari 96 perkara tersebut, 26 kasus sudah berstatus P21, 24 kasus Tahap II, dan sisanya masih dalam proses penyidikan intensif.

Terkait sarana kejahatan, polisi menyita 50 unit kendaraan. Rinciannya 9 unit roda empat, 25 unit roda enam, dan 16 unit truk tronton roda sepuluh.

Dirreskrimsus juga menyoroti maraknya illegal refinery atau penyulingan ilegal. Tercatat 11 kasus dengan 13 tersangka dan barang bukti 125.320 liter minyak. Beberapa penggerebekan di Musi Banyuasin bahkan diwarnai hangusnya 4 unit kendaraan pelaku di lokasi penyulingan.

Komitmen Tanpa Kompromi
Deretan puluhan truk sitaan dan jutaan liter BBM yang diselamatkan disebut bukan sekadar angka statistik.
“Ini bukti nyata kehadiran negara memotong urat nadi kejahatan ekonomi. Di Bumi Sriwijaya, tidak ada sejengkal ruang pun bagi mafia migas dan perusak lingkungan untuk cari untung di atas penderitaan rakyat,” tegas Polda Sumsel.

Larty

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *